Posts

SEMINAR INDEKS KEBAHAGIAAN KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA TAHUN 2022

Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kutai Kartanegara (Kukar) mengadakan Seminar Indeks Kebahagiaan pada hari Rabu 16 Nopember 2022 di Ruang Rapat Balitbangda Lantai III Kantor Bappeda Kukar, Tenggarong.Seminar tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Balitbangda Kukar, H Pahmiadi dengan dimoderatori langsung Kepala Bidang Sosial Budaya dan Kemasyarakatan, H Tulus Sutopo.

Balitbangda Kutai Kartanegara berkolaborasi dan bermitra dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Surabaya (Ubaya) adapun pembina dari Balitbangda Kukar untuk penelitian Indeks Kebahagiaan ini adalah Badan Pusat Statistik (BPS). Penelitian tersebut selaras dengan visi Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara yaitu ” Mewujudkan masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara Sejahtera dan Bahagia” (Visi Misi Kukar Idaman 2021-2026). Untuk mendapatkan gambaran tentang Kesejahteraan dan Kebahagiaan masyarakat Kukar, perlu dilakukan pengukuran secara empirik melalui survey Kesejahteraan dan Kebahagiaan.

SEMINAR HASIL KAJIAN OPTIMALISASI PENERAPAN REGULASI TERKAIT KEMUDAHAN INVESTASI DAERAH

TENGGARONG – Badan Penelitian dan Pengembangan daerah Kabupaten Kutai Kartanegara mengadakan seminar Kajian Optimalisasi Penerapan Regulasi Terkait Kemudahan Investasi Daerah , acara tersebut di adakan pada tanggal 25 Nopember 2020 yang bertempat di Kedatonan Kesultanan Kutai Kartanegara, dan acara tersebut di buka langsung oleh Kepala Badan Balitbangda Ir. H. Ahmad Hardi Dwi Putra.

Kenyataan menunjukkan bahwa penerapan regulasi kemudahan berinvestasi di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara selama ini dipandang belum optimal mendukung investasi yang kondusif.

Berdasarkan hasil kajian yang telah dilakukan maka dapat di simpulkan bahwa penerapan regulasi di Kutai Kartanegara sudah berjalan efektif yang telah dilakukan melalui standar dan manajemen Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Pelayanan Penerbitan Berusaha PPB, serta keberadaan dan ketersediaan regulasi tidak adanya diskriminasi dan adanya keterbukaan pelaksanaan regulasi (kebijakan) belum cukup memberikan faktor kemudahan dalam berinvestasi, dan belu di tindak lanjutinya amanah peraturan pemerintah yang terkait pemberian insentif kepada pelaku usaha.

Maka disarankan ukntuk meningkatkan intensitas komunikasi lintas instansi, serta peningkatan kapasitas internal terkait dengan penyediaan SDM, yang kompeten dan berintegritasm sarana dan prasarana yang memadai dan berkualitas, sosialisasi dan promosi investasi diperlukan dukungan anggaran yang maksimal dari pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara agar bisa menarik minat oara pemilik modal untuk berinvestasi di Kutai Kartanegara, dan juga Dinasi Penenaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) disarankan untuk menghadirkan investor yang diharapkan mengurangi angka penggauran dan peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pertumbuhan ekonomi.