Serba serbi

Ilustrasi (credit-merdeka.com)

Renungan Kreatif

Ketergantungan terhadap  hasil sumber daya alam yang berlimpah  membuat kita tertidur lelap dan ketika kita bangun dari tidur ternyata kita dihadapkan dengan kenyataan bahwa sumber daya alam berupa tambang minyak bumi, batubara dan semua sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui yang dibangga-banggakan selama ini sudah sangat berkurang, ini tentunya sangat berpengaruh terhadap pendapatan daerah yang bersumber dari dana bagi hasil dari sektor pertambangan semantara itu pendapatan asli daerah (PAD) kita saat ini masih sangat jauh dari yang diharakan.

Merosotnya Dana Bagi Hasil (DBH) pusat dan daerah sangat berdampak terhadap APBD kutai Kartanegara akibatnya, pembangunan didaerah pun menjadi terhambat dan macet, sementara itu pendapatan asli daerah kita saat ini masih berkisar hanya  Rp. 300  miliaran saja, tentunya  masih sangat jauh untuk menopang pembangunan daerah.

Jika kita lihat daerah lain yang pendapatan asli daerahnya lebih besar dari dana bagi hasil terlihat lebih mandiri dalam hal pembangunan daerahnya. ini disebabkan pendapatan asli daerah lebih stabil dari pendapatan bagi hasil dikarenakan dana yang bersumber dari migas sangat bergantung dari perdagangan migas dunia, ketika harga migas mengalami kenaikan atau penurunan maka imbasnya persentase pembagian hasil pun mengalami perubahan ketika mengalami kenaikan ini sangat diharapkan untuk lebih banyak membatu percepatan pembangunan daerah akan tetapi ketika mengalami penurunan  sangat berpengaruh terhadap pembangunan daerah seperti yang kita rasakan saat ini pembangunan menjadi terhambat bahkan macet di Kutai Kartanegara.

Belajar dari pengalaman tersebut perlu bagi kita semua terlebih khusus pemangku kebijakan yang ada untuk merubah pola fikir dari ketergantungan terhadap dana bagi hasil kemudian mencoba mencari dan menggali sumber-sumber lain sebagai pemasukan bagi pendapatan asli daerah, jika kita mencoba berfikir dan mengamati dengan sekasama masih banyak potensi daerah yang dapat kita manfaatkan sebagai sumber pendapatan asli daerah walaupun potensi  pada setiap sumber tersebut tidak menghasilkan nominal yang besar tetapi paling tidak kita sudah berusaha untuk menggali  potensi PAD yang ada, lebih baik berbuat hal yang kecil dari pada hanya duduk diam menunggu dana bagi hasil dan tidak berbuat apa-apa. (nrm)

Sekilas tentang Ibadah Qurban

  • Pengertian Qurban

Qurban adalah penyembelihan binatang qurban yang dilakukan pada Hari Raya Haji (selepas sholat Idul Adha) dan hari-hari Tasyriq yaitu tanggal 11,12 dan 13 Zulhijjah kerena beribadah kepada  Allah s.w.t.

Dari Aisyah r.a Nabi Muhammad s.a.w. telah bersabda yang bermaksud: “Tiada suatu amalan yang dilakukan oleh manusia pada Hari Raya Qurban, yang lebih dicintai Allah selain daripada menyembelih hewan qurban. Sesungguhnya hewan qurban itu pada hari kiamat kelak akan datang berserta dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya, dan sesungguhnya sebelum darah qurban itu menyentuh tanah, ia (pahalanya) telah diterima disisi Allah, maka beruntunglah kamu semua dengan (pahala) qurban itu.”    (Riwayat al-Tarmuzi, Ibnu Majah dan al-Hakim)

Zaid bin Arqam berkata: “Mereka telah bertanya, Wahai Rasullullah, apakah Udhhiyah (Qurban) itu? Nabi Muhammad s.a.w. menjawab: “Ia sunnah bagi Bapak kamu Nabi Ibrahim.” Mereka bertanya lagi: Apakah ia untuk kita? Rasulullah s.a.w. menjawab: “Dengan tiap-tiap helai bulu satu kebaikan.” Mereka bertanya: “maka bulu yang halus pula? Rasullullah s.a.w bersabda yang bermaksud “Dengan tiap-tiap helai bulu yang halus itu satu kebaikan.”    (Riwayat Ahmad danIbnuMajah).

  • Hukum Qurban

Sebagianulamaberpendapatnahwakurbanituwajib, sedangkansebagian lain berpenadpatsunat.Alasan yang menyatakan wajib yaitu firman Allah dalam surat Al-Kautsar ayat 2.

Maka Dirikanlah shalat Karena Tuhanmu; dan berqurbanlah. (QS. Al-Kautsar: 2)

Sedangkan alasan yang menyatakan bahwa kurban itu sunah adalah sabda rasulullah yang berbunyi:

”Saya disuruh menyembelih kurban dan kurban itu sunah bagi kamu.”(Riwayat Tirmidzi)

Hukumnya Sunnat Muakkad (sunnat yang dikuatkan) atas orang yang memenuhi syarat-syarat seperti berikut:

  1. Islam
  2. Merdeka (Bukanhamba)
  3. Balighlagiberakal
  4. Mampuuntukberqurban

Binatang yang sah dijadikan kurban ialah yang tidak bercacat, misalnya pincang, sangat kurus, sakit, putus telinga, putus ekornya, dan telah berumur sebagai berikut:

  1. Domba (Da’ni) yang telah nerumur satu tahun lebih atau sudah berganti giginya.
  2. Kambing yang sudah nerumur dua tahun lebih.
  3. Unta yang telah berumur lima tahun lebih.
  4. Sapi, kerbau yang telah berumur dua tahun lebih.

Seekor kambing hanya untuk satu orang , diqiyaskan dengan denda menninggalkan wajib haji. Tetapi seekor unta, kerbau, dan sapi boleh buat kurban tujuh orang.Sebagaimana hadits riwayat muslim yaitu :

Dari jabir,”Kami telah menyembelih kurban bersama-sama Rasulullah Saw, pada tahun Hudaibiyah, seekor  unta untuk tujuh orang.” (Riwayat muslim).

          Walaupun hukum berqurban itu sunnat tetapi menjadi wajib jika dinazarkan. Sabda  Rasullullah s.a.w: “Barang siapa yang bernazar untuk melakukan taat kepada Allah, maka hendaklah dia melakukannya.” (Fiqh al-Sunnah).

  • Pelaksanaan Qurban
  1. Binatang yang diqurbankan adalah jenis unta, lembu atau kerbau, kambing biasa yang berumur dua tahun, jika biri-biri telah berumur satu tahun atau telah gugur giginya sesudah enam bulan meskipun belum cukup satu tahun.
  2. Binatang itu disyaratkan tidak cacat, tidak buta sebelah atau kedua-duanya, kakinya tidak pincang, tidak terlalu kurus, tidak terpotong lidahnya, tidak mengandung atau baru melahirkan anak, tidak berpenyakit atau berkudis. Binatang yang hendak disembelih itu haruslah sehat sehingga kita sayang kepadanya.
  3. Waktu menyembelihnya sesudah terbit matahari pada Hari Raya Haji dan sesudah selesai sholat Idul Adha dan dua khutbah pendek, tetapi afdhalnya ialah ketika matahari naik seluruhnya pada Hari Raya Haji sehingga tiga hari sesuadah Hari Raya Haji (hari-hari Tastriqiaitu 11,12 dan 13 Zulhijjah).
  4. Daging qurban sunnat, orang yang berkorban disunnatkan memakan sedikit daging qurbannya. Pembahagian daging qurban sunnat terdapat tiga cara yang utamanya adalah mengikut urutan sepererti berikut:
  5. Lebih utama orang yang berqurban mengambil hati binatang qurbannya dan baki seluruh dagingnya disedekahkan
  6. Orang yang berqurban itu mengambil satu pertiga daripada jumlah daging qurban, dua pertiga lagi disedekahkannya.
  7. Orang yang berqurban mengambil satu pertiga daripada jumlah daging, satu pertiga lagi disedekahkan kepada fakir miskin dan satu pertiga lagi dihadiahkan kepada orang yang mampu. Sabda  Rasullullah s.a.w: “Makanlah oleh kamu sedekahkanlah dan simpanlah.”
  • Hikmah Qurban
  1. Menghidupkan sunnah Nabi Ibrahim a.s.
  2. Menididik jiwa ke arah taqwa dan mendekatkan diri kepada Allah s.w.t.
  3. Mengikis sifat tamak dan mewujudkan sifat murah hati, mau membelanjakan harta di jalan Allah s.w.t.
  4. Menghapus dosa dan mengharapkan keridhoan Allah s.w.t.
  5. Menjalin hubungan kasih sayang antar sesama manusia, terutama antara golongan berada dengan golongan yang kurang bernasib baik.
  6. Akan memperoleh kendaraan atau tunggangan ketika akan melewati Sirat Al-Mustaqim di akhirat kelak. Sabda Nabi Muhammad saw, “ muliakanlah qurban kamu karena ia menjadi tunggangan kamu di titian pada hari kiamat.
Jelai

Jelai Sebagai Bahan Pangan pokok alternatif selain beras

 

Jelai

Jelai

Tenggarong. Beras adalah merupakan makanan pokok mayoritas penduduk Indonesia, hal ini membuat kita termasuk dalam jejeran negara pengonsumsi beras terbesar di dunia, di era orde baru Indonesia sempat menjadi kelompok negara penghasil beras  terbesar di dunia, bahkan Indonesia pernah mencapai swasembada beras pada tahun 1984.

Seiring berjalannya waktu banyak perubahan kebijakan moderenisasi dan industrialisasi serta  bertambah pesatnya pertumbuhan  jumlah penduduk di Negara ini terlebih khusus di pulau jawa, dimana Pulau jawa adalah sentra penghasil beras terbesar ditanah air,tetapi kondisi ini menyebabkan terjadinya alih pungsi lahan yang semula adalah area persawahan beralih menjadi wilayah pemukiman penduduk, pusat industri, area tempat hiburan dan alih funsi lainnya. Akibat terjadinya alih fungsi lahan tersebut secara pelan tapi pasti lahan persawahan sebagai tempat bercocok tanam padi menjadi sangat berkurang, otomatis hasil panen dari lahan yang semakin berkurang tersebut ikut menurun dan akhirnya saat ini negara kita menjadi importir yang termasuk di dalam 10 besar pengimport beras terbanyak dunia.

Melihat tingginya ketergantungan konsumsi beras ditanah air, maka Balitbangda tertarik melakukan penelitian tentang pengembangan plasma nutfah tanaman jelai sebagai sumber pangan alternatif potensial tahun 2016 kemudian dilanjutkan dengan kajian karakteristik varietas jelai yang kegiatan tersebut dimulai bulan Maret sampai dengan bulan September 2017. Hal ini dikatakan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan daerah (Balitbangda) Kabupaten Kutai Kartanegara Ir. H. Akhmad Hardi Dwi Putra dalam sambutannya pada acara seminar hasil “kajian karakteristik varietas jelai (coix lacryma – jobi l) sebagai plasma nutfah tanaman pangan alternatif di kabupaten kutai kartanegara”, Di dalam  seminar hasil tersebut dikatakan bahwa Kelebihan tanaman jelai diantaranya, pertama jelai merupakan  tanaman yang adaptif pada lahan kering, kedua mempunyai nilia gizi yang tinggi, khususnya kandungan protein sementara beras lebih tinggi kandungan karbohidrat, ketiga merupakan tanaman yang menahun (perennial) yang dapat dipanen beberapa kali dalam setahun.

Melihat dari kelebihan dan keistimewaan tanaman jelai tersebut diharapkan dapat memberikan solusi alternatif mengurangi ketergantungan kita terhadap beras, karena tanaman jelai sebagai makanan pokok yang tidak hanya mengenyangkan perut tetapi baik juga untuk kesehatan tubuh kita.(nrm)