Berita

SEMINAR HASIL KAJIAN RENCANA PEMBANGUNAN MUSEUM JEMBATAN KUTAI KARTANEGARA

TENGGARONG – Badan Penelitan dan Pengembangan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara menyelenggarakan Seminar Hasil  Kajian Rencana Pembangunan Museum Jembatan Kutai Kartanegara  pada hari Senin 07 Desember 2020 yang bertempat di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara.

Museum merupakan tempat untuk menyimpan berbagai macam benda yang memiliki nilai berharga bagi kehidupan bangsa dan pada tanggal 26 Nopember 2011 telah terjadi peristiwa runtuhnya jembatan Kutai Kartanegara yang dibangun pada tahun 2002, maka Pembangunan Museum Jembatan adalah bangunan yang dapat di jadikan sebagai tempat koleksi terkait jembatan Kutai Kartanegara dan sebagai tujuan wisata yang bertujuan mengetahui persepsi masyarakat dan mengetahui dampak pembangunan ekonomi dari rencana pembangunan museum jembatan Kutai Katanegara.

Maka disimpulan bahwa persepsi masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara yang di wakili oleh 231 responden dari tiap – tiap kecamatan terhadap rencana pembangunan museum jembatan kutai kartanegara, dapat dinilai dari aspek pendapat masyarakat, minat kunjungan rensponden, jumlah kunjungan yang dilakukan dalam setahun. 96% responden mengatakan sangat setuju terhadap pembangunan museum jembatan Kutai Kartanegara.

Pembangunan Museum jembatan Kutai Kartanegara merupakan salah satu potensi penambahan PAD bagi pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Berdasarkan kelayakan ekonomi pembangunan Museum jembatan dapat dilaksanakan, dan secara finansial akan memberikan benefit ekonomi, serta memberikan multipler effect pada ekonomi lokal masyarakat Tenggarong.

SEMINAR HASIL FASILITASI LANJUTAN PEMUTIHAN PADI LOKAL SEBAGAI PLASMA NUTFAH DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

TENGGARONG – Badan Penelitan dan Pengembangan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara menyelenggarakan Seminar Hasil  Fasilitasi Lanjutan Pemutihan Padi Lokal Sebagai Plasma Nutfah Di Kabupaten Kutai Kartanegara  pada hari Senin 07 Desember 2020 yang bertempat di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara.

Padi lokal di Provinsi Kalimantan Timur, Khususnya di Kabupaten Kutaikartanegara, sangat melimpah, hal ini karena sebagian besar petani yang membudidayakan padi khususnya padi gogo/padi lading menggunakan varietas lokal. Keanegaragaman ini perlu dilestarikan agar tidak punah, karena dari varietas tersebut memiliki keunggulan dalam hal kualitas terutama rasa, aroma dan ketahanan terhadap hama penyakit serta telah beradaptasi pada kondisi setempat. Varietas lokal yang mempunyai nilai ekonomis tinggi perlu dilakukan pemutihan dengan sistem pemurnian varietas.

Maka disimpulkan dari hasil pengamatan terhadapat sifat-sifat agronomi terdapat keragaman karakter, dan juga pengembangan kultivar padi lokal perlu terus digalakan dalam rangka usaha untuk meningkatkan hasil dan pelestarian plasma nutfah, terutama kepada masyarakat yang membudidayakan kultivar-kultivar padi lokal.

SEMINAR HASIL SURVEI INDEKS PARTISIPASI MASYARAKAT DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

TENGGARONG – Badan Penelitan dan Pengembangan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara menyelenggarakan Seminar Hasil Indeks Partisipasi Masyarakat di Kabupaten Kutai Kartanegara pada hari kamis 03 Desember 2020 yang bertempat di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara.

Berdasarkan sebaran data yang diperoleh hasil yang berimbangan di semua kecamatan maka capaian partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan telah merata disemua kecamatan, hal ini menginidikasikan telah terjadi peningkatan kualitas sumber daya manusia di kabupaten Kutai Kartanegara serta kepedulian dalam pembangunan daerah.

Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan Musyawarah Perencanaan pembangunan di Kabupaten Kutai Kartanegara sudah berjalan optimal, dan hasil analiis data dari semua aspek telah menunjukkan bahwa masyarakat Kutai Kartanegara telah berperan aktif sampai pada kategori citizen control (level 8).

SEMINAR HASIL KAJIAN KEGIATAN FASILITASI RENCANA PEMBANGUNAN PROGRAM PENDIDIKAN VOKASI DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

TENGGARONG –  03 Desember 2020 , Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah menggelar Seminar Hasil Kajian Kegiatan Fasilitasi Rencana Pembangunan Program Pendidikan Vokasi di Kabupaten Kutai Kartanegara.
yang di buka langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara ( Drs. H. Sunggono , M.M ) di Aula Kedaton Kutai Kartanegara.
Seminar Hasil Kajian ini di hadiri peserta dari OPD dan menghadirkan narasumber dari universitas samarinda, universitas mulawarman, universitas malang.

Berdasarkan dari hasil kajian tersebut maka Perguruan Tinggi (PT) memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan ilmu pengetahuan serta teknologi. Pendirian Perguruan Tinggi Vokasi telah mendapat dukungan dari masyarakat baik sebagai SDM yang akan mengelola atau sebagai calon mahasiswa sebagai input PT.

Berdirinya PT Vokasi merupakan suatu peluang dalam mengembangkan potensi yang dimiliki oleh masyarakat. Berdasarkan Kebijakan Bapak Bupati Sebagai Kepala Daerah menetapkan Lokasi pendirian PT Vokasi akan didirikan pada area eks Tambang KPUC.

PENYERAHAN PENGHARGAAN LK SKPD AWARD TAHUN 2020

TENGGARONG – Badan Penelitan dan Pengembangan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara pada hari Jum’at, 04 Desember 2020 mendapatkan penghargaan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara terhadap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang tepat waktu dalam penyampaian Laporan Keuangan SKPD untuk tahun 2019.

SEMINAR HASIL KEGIATAN KAJIAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) LINGKUP PERTANIAN DAN PERIKANAN DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Badan Penelitan dan Pengembangan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara menyelenggarakan Seminar Hasil  Seminar Hasil Kegiatan Kajian Nilai Tukar Petani (NTP) Lingkup Pertanian Dan Perikanan Di Kabupaten Kutai Kartanegara  pada hari Senin 02 Desember 2020 yang bertempat di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara.

Menurut Kementrian Petanian (2019) Nilai Tukar Petani (NTP) merupakan angka perbandingan antara indeks harga yang diterima dengan indeks harga yang dibayar petani dan dinyatakan dalam persentase, sehingga NTP dapat menggambarkan tingkat daya beli untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga dan usaha taninya. Manfaat dari NTP untuk mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat tani sehingga dapat bermanfaat bagi petani dan nelayan atau masyarakat yang berusaha dibidang tersebut.

Faktor yang sangat dominan untuk meningkatkan NTP kabupaten Kutai Kartanegara adalah peningkatan indeks yang di terima petani. Disamping itu, faktor dominan yang menurunkan NTP kukar adalah pola konsumsi rumah tangga petani (seperti makanan jadi dan rokok).

SEMINAR HASIL KAJIAN FASILITASI LANJUTAN KERAJAAN KUTAI MULAWARMAN ING MARTADIPURA

TENGGARONG – Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara menggelar Seminar Hasil Kajian Fasilitasi Lanjutan Kerajaan Kutai Mulawarman Ing Martadipura, pada hari kamis 26 Nopember 2020 yang bertempat di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara

Seminar Hasil tersebut di buka langsung oleh Kepala Badan Balitbangda Ir. H. Ahmad Hardi Dwi Putra

Kawasan Muara Kaman merupakan kawasan yang banyak mengandung misteri tentang kesejahteraan sejak masa kerajaan Mulawarman Abad IV/VM, sampai dengan akhir abad XIX.

Peninggalan yang ada memberikan corak keberagaman religi, baik Hindu/Budha maupun Islam di kawasan ini

Beberapa situs penting yang ada di Muara Kaman antara lain Nusa Martapura, Situs Tanjung Gelombang, dan Situs Tanjung Serati. Kegiatan Fasilitasi Lanjutan Kerajaan Kutai Mulawarman Ing Martadipura bertujuan menelusuri peninggalan yang masih ada.

SEMINAR HASIL KAJIAN OPTIMALISASI PENERAPAN REGULASI TERKAIT KEMUDAHAN INVESTASI DAERAH

TENGGARONG – Badan Penelitian dan Pengembangan daerah Kabupaten Kutai Kartanegara mengadakan seminar Kajian Optimalisasi Penerapan Regulasi Terkait Kemudahan Investasi Daerah , acara tersebut di adakan pada tanggal 25 Nopember 2020 yang bertempat di Kedatonan Kesultanan Kutai Kartanegara, dan acara tersebut di buka langsung oleh Kepala Badan Balitbangda Ir. H. Ahmad Hardi Dwi Putra.

Kenyataan menunjukkan bahwa penerapan regulasi kemudahan berinvestasi di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara selama ini dipandang belum optimal mendukung investasi yang kondusif.

Berdasarkan hasil kajian yang telah dilakukan maka dapat di simpulkan bahwa penerapan regulasi di Kutai Kartanegara sudah berjalan efektif yang telah dilakukan melalui standar dan manajemen Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Pelayanan Penerbitan Berusaha PPB, serta keberadaan dan ketersediaan regulasi tidak adanya diskriminasi dan adanya keterbukaan pelaksanaan regulasi (kebijakan) belum cukup memberikan faktor kemudahan dalam berinvestasi, dan belu di tindak lanjutinya amanah peraturan pemerintah yang terkait pemberian insentif kepada pelaku usaha.

Maka disarankan ukntuk meningkatkan intensitas komunikasi lintas instansi, serta peningkatan kapasitas internal terkait dengan penyediaan SDM, yang kompeten dan berintegritasm sarana dan prasarana yang memadai dan berkualitas, sosialisasi dan promosi investasi diperlukan dukungan anggaran yang maksimal dari pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara agar bisa menarik minat oara pemilik modal untuk berinvestasi di Kutai Kartanegara, dan juga Dinasi Penenaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) disarankan untuk menghadirkan investor yang diharapkan mengurangi angka penggauran dan peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pertumbuhan ekonomi.

FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) PENGELOLAAN MUSEUM LESONG BATU DI KECAMATAN MUARA KAMAN

Badan Penelitan dan Pengembangan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Pengelolaan Museum Lesong Batu  di Kecamatan Muara Kaman, pada hari Senin tanggal 23 Nopember 2020.

Muara Kaman adalah tempat yang mempunyai nilai sejarah yang cukup tinggi bagi bangsa Indonesia. Disanalah letak kerajaan tertua di negeri ini, setelah itu barulah muncul kerajaan tertua kedua dipulau jawa yaitu Kerajaan Taruma Nagara di Jawa Barat.

Jejak sejarah Kerajaan Kutai tersebut dapat diketahui dari banyaknya penemuan benda bersejarah disekitar wilayah Muara Kaman, berupa Prasasti yupa,alur Parit yang diperkirakan merupakan sebuah benteng atau saluran irigasi pada zaman tersebut,  patung kura-kura, patung kepala Babi, Arca, dan berbagai jenis pecahan keramik ditemukan. Selain itu beberapa dari barang peninggalan yang ditemukan di perjual belikan, juga minimnya perawatan terhadap situs-situs yang ada sehingga situs yang telah ditemukan mengalami kerusakan.

Dalam acara Fokus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan beberapa waktu yang lalu di Museum Lesong Batu Muara Kaman dengan tema Pengelolaan Museum Lesong Batu Muara Kaman, dipaparkan tentang syarat berdirinya Museum dan manfaat serta fungsi museum,  selain itu juga dikatakan bahwa selama ini pengelolaan Museum tersebut tidak berjalan dengan sebagaimana yang diharapkan terjadi beberapa kali perpindahan pengelolaan dari dinas pariwisata kemudian berpindah pengelolaan kepada dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kurangnya jumlah personil dan kurang Sumberdaya Manusia merupakan salahsatu penyebab kurang maksimalnya pengelolaan Museum lesong Batu tersebut, kendala lain adalah sampai dengan saat ini belum ada Surat Keputasan Bupati tentang Pemberian Nama Museum Lesong Batu sehingga ketika ada bantuan dari pemerintah untuk pembangunan, pemeliharan, dan perawatan Museum tidak dapat disalurakan.

Peserta FGD juga mengharapakan agar pihak yang terkait segera membuatkan regulasi Perbup atau Perda yang berkaitan dengan   permuseuman  agar pengelolaan Museum  khususnya Museum Lesong Batu Muara Kaman dapal dilakukan lebih baik.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Balitbangda Ir. H. Ahmad Hardi Dwi Putra mengatankan bahwa tujuan FGD ini agar  menghasilkan rekomnedasi yang dapat digunakan Pemerintah daerah mengambil kebijakan dalam pengelolaan Museum Lesung Batu menjadi lebih baik, yang bukan hanya tempat untuk menyimpan, memajang dan sebagai media pendidikan sejarah tetapi juga mempunyai dampak ekonomi yang baik bagi warga Sekitar Museum Lesong Batu Muara Kaman. Nrm.

SEMINAL HASIL PENYUSUNAN RENCANA INDUK KELITBANGAN (RIK)

Badan Penelitan dan Pengembangan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara menyelenggarakan Seminar Hasil Penyusunan Rencana Induk Kelitbangan (RIK) di Kabupaten Kutai Kartanegara, pada hari Kamis 19 Nopember 2020 yang bertempat di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara.

Peran Kelitbangan di harapkan akan mampu menghasilkan berbagai terobosan baru dalam mendukung optimalisasi kinerja pemda dalam percepatan pembangunan daerah tepat sasaran dan berdaya saing. Maka diperlukan kerangka kebijakan kelitbangan pemerintah dalam negeri dan daerah yang akomodatif

Berdasarkan hasil tersebut maka Rencana Induk Kelitbangan (RIK) merupakan dokumen arah beijakan kelitangan yang memuat strategi pentaapan dan rincian indikasi program di bidang kelitbangan yang akan dilaksanakan dalam kurun waktu 5 (lima) tahun, yang bertujuan memberikan masukan dalam penyusunan atau perubahan RPJMD serta sasaran Rencana Induk Kelitbangan (RIK) adalah untuk memberikan arah pelaksanaan program kelitbangan pemerintah daerah guna peningkatan kualitas kebijakan/regulasi berbasis kelitbangan.