Berita

PENANDATANGANAN PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2020

TENGGARONG – Acara “Penandatanganan Perjanjian Kinerja Aparatur Sipil Negara di Lingkup Balitbangda Kabupaten Kutai Kartanegara pada tanggal 02 Januari 2020”. Melalui perjanjian kinerja, terwujudlah komitmen penerima amanah dan kesepakatan antara penerima dan pemberi amanah atas kinerja terukur tertentu berdasarkan tugas, fungsi dan wewenang serta sumber daya yang tersedia.

VIDEO KAJIAN TENTANG PENATAAN DAN PEMBINAAN PASAR TRADISIONAL, PUSAT PERBELANJAAN DAN TOKO MODERN DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Link Video : https://drive.google.com/open?id=1Dp1HpT1YKr8enXh9PyBWViqOHZrRYj_D

SEMINAR HASIL KAJIAN TEKNIS PEMBENTUKAN KAWASAN TAMAN HUTAN RAYA MUARA SIRAN KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

TENGGARONG – Pada tanggal 11 Desember 2019 Balitbangda Kutai Kartanegara Mengadakan ” Seminar Hasil Kajian Teknis Pembentukan Kawasan Taman Hutan Raya Muara Siran Kabupaten Kutai Kartanegara”. Kajian tersebut membahas keprihatinan tingginya tingkat kerusakan lingkungan dan hutan, memunculkan keinginan untuk melakukan pelestarian hutan yang masih tersisa dibeberapa wilayah, hal inilah yang latarbelakangi surat Bupati Kutai Kartanegara Kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 522.57/1457/DISBUNHUT Tentang Rencana Pembentukan Taman Hutan Raya  tertanggal 24 Agustus 2016, kemudian Taman Hutan raya Tahura) tidak serta merta dapat langsung di bentuk tetapi perlu adanya kajian-kajian pendukung sebelum pembentukan Tahura tersebut.

Kajian-kajian dalam rangka rencana pembentukan Tahura berupa kajian secara, Teknis, Kajian Ekonomi dan Kajian Sosial Budaya. Adapun Kajian secara Teknis seperti tentang luasan rencana area Tahura,  Karakteristik dan fungsi ekosistem (DAS), Penyelarasan tataruang wilayah (RTRW), Identifikasi flora dan fauna, penyusunan starategi dan kebijakan yang harus dilakukan untuk menjaga kwalitas ekologis pada kawasan Rencana Tahura, Kajian secara Ekonomi meliputi Identifikasi Mata Pencarian Utama dan sampingan Masyarakat disekitar rencana Tahura, mengidentifikasi nilai pendapatan masyarakat, menidentifikasi Lembaga ekonomi masyarakat di sekitar rencana tahura, Menyusun strategi kebijakan yang harus dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah pendapatan masyarakat disekitar rencana Tahura dan menghitung nilai tambah pendapatan masyarakat disekitar Tahura setelah Tahura dibentuk. sedangkan kajian dari sisi sosial budaya meliputi Mengidentifikasi Kearifan local, kelembagaan Lokal, adat istiadat, persepsi Masyarakat dan Pemerintah Daerah setempat Terhadap rencana Tahura, Mengidentifikasi pemberdayaan masyarakat disekitar dan didalam kawasan rencana Tahura serta menyusun starategi dan kebijakan yang harus dilakukan untuk meningkatkan peran serta masyarakat disekitar Tahura setelah tahura tersebut dibentuk Hal ini di ungkapkan oleh Kepala Balitbangda Bapak Ir.H. Akhmad Hardi Dwi Putra beberapa waktu yang lalu.

Sementara itu lokasi yang direncanakan untuk Tahura masuk dalam wilayah beberapa kecamatan yaitu kecamatan Muara Kaman, Kota Bangun, Kenohan dan Kecamatan Kembang Janggut dan meliputi desa Muara Siran, Bukit Jering, Liang Ilir, Muhuran, Sebelimbingan, Teluk Muda Tuana Tuha dan Genting Tanah.  

SEMINAR KAJIAN INOVATIF PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN USAHA MASYARAKAT DALAM RANGKA MENDUKUNG REVOLUSI JAGUNG KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Balitbangda – Pada tanggal 10 Desember 2019 Balitbangda mengadakan Seminar “Kajian Inovatif Pengembangan Kelembagaan Usaha Masyarakat Dalam Rangka Mendukung Revolusi Jagung Kabupaten Kutai Kartanegara”. Seminar dibuka oleh Kepala Badan Balitbangda.

Kajian ini dilatar belakangi bahwa Kabupaten Kutai Kartanegara merupakan salah satu daerah di Indonesia yang menjadikan komoditas jagung sebagai salah satu komoditas ungul daerah. Seminar ini menyampaikan bahwa pada lokasi penelitian terdapat beberapa kelembagaan yang terkait dengan usahatani jagung di Kabupaten Kutai Kartanegara mulai hulu sampai dengan hilir di antaranya adalah APJI, KTNA, BPP, UPT Dinas Pertanian dan peternakan dan lainnya, selain itu lembaga ini juga berperan memfasilitasi petani dalam pemasaran dan penyediaan akses, memperoleh input produksi, pemasaran atau penjualan,pemberian bantuan input,menampung atau membeli hasil panen jagung dan penyediaan sumber – sumber permodalan.

Masalah – masalah yang menjadi hambatan bagi kelembagaan dalam mendukung program revolusi jagung berbeda – beda, secara umum diantaranya adalah pengurus kurang memperoleh peningkatan kapasitas, pengelolaan atau manajemen yang belum baik, dan keterbatasan sarana – prasarana penunjang. Semoga dengan adanya seminar ini bisa meningkatkan pengembangan usaha masyarakat dengan lebih baik.

SEMINAR HASIL KAJIAN EKONOMI MASYARAKAT DISEKITAR DAN DIDALAM KAWASAN RENCANA TAMAN HUTAN RAYA MUARA SIRAN, KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

TENGGARONG – Pada tanggal 09 Desember 2019 Balitbangda Kutai Kartanegara mengadakan Seminar Hasil Kajian Ekonomi Masyarakat Disekitar dan didalam Kawasan Rencana Taman Hutan Raya Muara Siran. Kajian tersebut dibagi dalam beberapa bidang kajian yaitu Kajian secara Teknis, Sosial budaya dan Ekonomi. Kajian Dalam bidang Ekonomi bertujuan Mengidentifikasi Mata Pencarian Utama dan sampingan Masyarakat disekitar rencana Tahura, mengidentifikasi nilai pendapatan masyarakat, menidentifikasi Lembaga ekonomi masyarakat di sekitar rencana tahura, Menyusun strategi kebijakan yang harus dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah pendapatan masyarakat disekitar rencana Tahura dan menghitung nilai tambah pendapatan masyarakat disekitar Tahura Sebagai mana yang disampaikan Kepala Badan penelian dan Pengembangan Daerah Kutai Kartanegara pada Pembukaan Seminar kajian ekonomi rencana pembentukan tahura Muara siran Beberapa waktu lalu.

Adapun manfaat dari kajian Ekonomi dari Rencana Pembentukan Tahura Muara Siran diharapkan tersedianya data ataupun informasi mengenai administrasi kecamatan dan desa di rencana Tahura, Tersedianya data dan informasi mengenai demografi kecamatan dan desa, diketauinya mata pencarian utama dan sampingan masyarakat serta terdapatnya informasi pendapatan masyarakat disekitar Rencana Pembentukan Tahura, tersedianya data mengenai lembaga perekonomian desa, tersedianya data dan informasi mengenai strategi dan kebijakan yang harus dilakukan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat didalam dan disekitar Taman Hutan raya setelah dibentuk. Kesemua hal tersebut disampaikan oleh Tim Peneliti dalam seminar hasil Kajian Ekonomi Masyarakat disekitar dan didalam kawasan rencana Taman Hutan Raya Muara Siran Kabupaten Kutai Kartanegara.

SEMINAR KAJIAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT DI SEKITAR DAN DI DALAM RENCANA KAWASAN TAMAN HUTAN RAYA MUARA SIRAN KAB. KUTAI KARTANEGARA

Balitbangda – 05 Desember 2019, Melaksanakan Seminar Kajian Sosial Budaya Masyarakat Di Sekitar Dan Di Dalam Rencana Kawasan Taman Hutan Raya Muara Siran Kab. Kutai Kartanegara. Seminar ini dibuka oleh Kepala Badan Balitbangda. Seminar ini pun menyampaikan bahwa Kearifan lokal dalam pemanfaatan dan pengelolaan SDA yang meliputi sumberdaya perairan dan sumberdaya hutan dimanfaaatkan oleh penduduk setempat dan di lakukan dengan memperhatikan siklus alami, secara ilmiah dan berdasarkan tradisi setempat.

Pada acara seminar tersebut juga menyampaikan Keberadaan Lembaga lokal di semua desa cukup banyak dan juga pada umumnya cukup aktif dan juga ada sejumlah perusahaan yang berpoerasi di sekitar desa tersebut. Di kalangan masyarakat keberadaan adat istiadat masyarakat setempat telah dijalankan baik secara komunal maupun secara kekeluargaan, praktek adat istiadat ini dikembangkan untuk menambah daya tarik wisata alami sekitar calon lokasi Tahura Muara Siran.

Persepsi Masyarakat dan Pemerintah setempat pada dasarnya mereka tidak keberatan, karena semua program Pemerintah adalah untuk mensejahterakan masyarakat, asal saja dengan adanya tahura, lahan sumber penghidupan masyarakat setempat tidak dikuasai oleh pihak lain dan program tahura ini bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.

Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat selama ini, kendati dalam sekala terbatas dilakukan oleh lembaga lembaga lokal yang ada didesa seperti LPM dan LPKK. Disamping itu juga ada kegiatan pemberdayaan masyarakat dari luar seperti BIOMA,PROKLIM dan lainnya. Selain itu juga perlunya sosialisasi yang memadai frekuensinya agar fungsi tahura dan pembagian blok-blok pengelolaan agar melibatkan masyarakat atau warga sekitar sejak awal dengan mempersiapkan program dan mengatur kerja sama yang harmonis.

Selain itu perlu juga strategi dan kebijakan untuk meningkatkan peran masyarakat agar sosialisasi nya bisa secara menyeluruh , perlibatan pemerintah sekitar juga sangan penting dalam rencana kawasan tahura muara siran dan  juga mobilisasi keterlibatan para pihak dalam rencana tahura.

LOKAKARYA BALITBANGDA “PENINGKATAN KAPASITAS ASN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA“

Balitbangda – Pada tanggal 04 Desember 2019 ,Balitbangda Kabupaten Kutai Kartanegara Melaksanakan Lokakarya yang berjudul “Peningkatan Kapasitas ASN Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara “ dengan tema “ Grand Design Pembangunan Sumber Daya Manusia Yang Unggul Dalam Rangka Menghadapi Tantangan Pemindahan Ibu Kota Negara”.

Lokakarya dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, Akhmad Taufik Hidayat, S.IP.,MM mewakili Bupati ,membacakan pidato Bupati tentang pemindahan ibukota. Pemindahan ibukota negara yang telah dicanangkan oleh Pemerintah ke Provinsi Kalimantan Timur akan menjadi peluang sekaligus tantangan. Dari sisi peluang akan membuka kesempatan bagi putra-putri Kalimantan Timur untuk dapat berperan aktif menjadi bagian dari SDM yang akan berkiprah di wilayah Pusat Pemerintahan.

Adapun juga Pembicara Utama yaitu Profesor Effendi Gazali, M.Si, Pd.d, MPS.ID  Guru Besar Ilmu Komunikasi, Pakar Komunikasi Politik dan Algoritma yang membuat acara semakin produktif, menyampaikan bahwa “apabila SDM kita dari Kutai Kartanegara tidak siap, dan tidak mampu bersaing maka secara otomatis akan menjadi penonton”.

PRA SEMINAR HASIL KAJIAN PENELUSURAN SEJARAH KERAJAAN KUTAI MULAWARMAN

Balitbangda – Pada Tahun Anggaran 2019, salah satu kajian yang dilakukan oleh Balitbangda adalah Kajian Penelusuran Sejarah Kerajaan Kutai Mulawarman dengan tema “ Peradaban DAS Mahakam Era Kerajaan Kutai Martapura dan Kesinambungan Sejarahnya”.

Untuk menyempurnakan hasil kajian maka dilakukan pra seminar yang dilaksanakan pada tanggal 02 Desember 2019. Pelaksanaan kajian ini menyatakan bahwa wilayah Muara Kaman berpotensi memiliki peninggalan tekstual, aftefaktual, ekofaktual dan oral, yang berguna untuk menyingkapkan kesejarahan Kutai Muara Kaman (acap disebut juga “ Kutai Martapura”) lintas masa dan ragam aspek kehidupan masa lalu.

Atas dasar potensinya itulah Muara Kaman beralasan dijadikan “prioritas” riset historis-arkeologis. Disamping itu posisi Muara Kaman yang terletak di sub-DAS Tengah Mahakam dan sekaligus di areal percabangang makaham dengan Kedang Rantau maupun Kedang Kepala menjadikan areal riset di Muara Kaman sebagai areal “mula riset”, yang nantinya diperluas kea rah sub-DAS hulu dan sub-DAS Hilir Mahakam. Demikian panjang aliran Mahakam dan banyak situs di DAS-nya membutuhkan “Riset Sejarah peradaban DAS Mahakam’ itu perlu dilakukan secara bertahap berlanjutan. Diharapkan dari hasil pra seminar ini dapat menyempurnakan hasil kajian ini.

PRA SEMINAR DAN PEMBINAAN PASAR TRADISIONAL, PUSAT PERBELANJAAN DAN TOKO MODERN KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Balitbangda – Tanggal 28 November 2019, Balitbangda Kabupaten Kutai Kartanegara melaksanakan Pra Seminar Kajian Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Toko Modern dan Pusat Perbelanjaan di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Penelitian ini di latar belakangi dengan adanya fenomena zaman yang ditandai dengan meningkatnya laju pertumbuhan penduduk berdampak terhadap ketersediaan bahan baku dan pola konsumsi yang ada dimasyarakat.

Disisi lain perubahan gaya hidup masyarakat serta pesatnya pertumbuhan toko modern hingga berdampak terhadap eksistensi pasar tradisional dan beralihnya pola belanja masyarakat ke toko modern. Diharapkan dari hasil pra seminar ini dapat menyempurnakan hasil kajian ini.

PRASEMINAR KAJIAN SISTEM TATANIAGA PEMASARAN KOMODITI JAGUNG DAN PADI

Tenggarong – Balitbangda Kabupaten Kutai Kartanegara pada tanggal 26 November 2019 melakukan Praseminar Kajian Sistem Tataniaga Pemasaran Komoditi Jagung dan Padi. Praseminar ini bertujuan untuk penyempuraan hasil kajian agar lebih sempurna.

Kajian Sistem Tataniaga Pemasaran Komoditi Jagung dan Padi yang bertujuan untuk mengetahui distribusi Tataniaga Jagung dan Padi, mengetahui besar margin dan distribusinya pada masing-masing lembaga Tataniaga Jagung dan Padi serta menganalisis efisiensi setiap distribusi Tataniaga Jagung dan Padi di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Kajian ini bekerjasama antara Balitbangda Kabupaten Kutai Kartanegara dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Mulawarman.