SEMINAR HASIL KEGIATAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN BIDANG SOSIAL DAN KEPENDUDUKAN.

Tenggarong – Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara mengadakan seminar hasil “Kegiatan Penelitian dan Pengembangan Bidang Sosial dan Kependudukan”, sub Kegiatan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan dan Kebudayaan, pada tanggal 17 Desember 2021.

Seminar tersebut membahas Kawasan Muara Kaman pernah dimanfaatkan sebagai aktivitas yang cukup intensitif sebagai pemukiman sejak masa mulawarman (abad IV/V) sampai dengan saat ini, dengan kemungkinan ada waktu waktu tertentu yang kosong, tidak secara intensif dimanfaatkan sebagai pemukiman. Kawasan yang dimanfaatkan sebagai pemukiman pada masa Hindu/Budha (pada masa atau sesudah Mulawarman) antara lain situs Candi A dan Candi C yang kemungkinan sebagai pemukiman kaum bangsawan.

Temuan sisa struktur di situs Candi A dan Candi C kemungkinan merupakan bekas struktur bangunan profane (rumah,pendopo,umpak,pagar) dari system pemukiman profane. Situs Tanjung serai merupakan situs religi yang bersifat sacral dengan indikasi adanya temuan peripih dan fragmen bata serta beberapa arca dewa Hindu/Budha. Situs rawa-rawa di Loa Toran dan Loa Genting merupakan situs pemukiman rakyat biasa dengan indikasi tiang ulin yang kemungkinan merupakan sisa rumah panggung di tepian sungai. Di situs Muara Kaman Seberang ditemukan berbagai bentuk dan ukuran temposo atau gundukan tanah dan beberapa temuan fragmen keramik.

Maka dari itu Penelitian yang lebih intensif pada situs Candi A karena banyak temuan Keramik, arca, bahkan sisa-sisa struktur/bangunan dari masa Hindu/Budha. Ribuan keramik dan beberapa bahan batu/bata sisa struktur yang disimpan di rumah Bp. Asmina dan perlu dianalisis dan dikaji secara khusus untuk mengetahui umur atau pertanggalan keramik dan secara kronologis dapat melengkapi masa-masa yang kosong sejak masa Mulawarman sampai penduduk kerajaan Kutai Kartanegara ke Muara Kaman (Martapura). Sementara untuk batu/bata yang dari bentuk dan ukuran menunjukkan komponen bangunan /struktur perlu disimpan di tempat yang semestinya.

Penelitian yang secara berkesinambungan untuk terhadap kawasan Muara Kaman, baik yang ada di Muara Kaman Ullu dan Ilir, Muara Kaman Seberang, Situs Martapura, dan beberapa situs lainnya untuk mendapatkan data-databaru guna melengkapi historiografi Kawasan Muara Kaman. Pengkajian dan penetapan data-data arkeologis kawasan Muara Kamansebagai benda, bangunan, struktur, situs, dan kawasan Cagar Budaya melalui kajian oleh Tim Ahli Cagar Budaya peringkat Kabupaten.

Pembentukan Tim Ahli Cagar Budaya peringkat Kabupaten, pengumpulan dan inventarisasi benda-benda temuan lepas yang dimiliki penduduk untuk disimpan dan dirawat di Museum. Penganggaran dan pelaksanaan kegiatan pelestarian di Kawasan Muara Kaman, baik untuk benda, struktur, bangunan, dan situs yang ada berdasarkan pada kondisi fisik, karakteristik, lingkungan agar dapat dimanfaatkan untuk kepentingan bersama.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

7 + 13 =