Seminar Hasil Kegiatan Pengembangan Inovasi dan Teknologi “ Kajian Fasilitasi Racun Upas Sebagai Bahan Pestisida Alternatif

Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah mengadakan Seminar Hasil Kegiatan Pengembangan Inovasi dan Teknologi “ Kajian Fasilitasi Racun Upas Sebagai Bahan Pestisida Alternatif “ di Kabupaten Kutai Kartanegara.(13/12/21).

Tanaman Antiaris Toxicara atau tanaman pohon Upas, Tazam, Ipoh bagi masyarakat Kutai Kartanegara umumnya tumbuh baik dipulau Kalimantan tersebar luas sampai ke kawasasn sabah dan serawak (Malaysia). Keberadaan tanaman tersebut mulai langka dikarenakan pengurangan areal perhutanan sehingga keberadaannya mulai langka dan hanya di jaga dan di pelihara oleh ketua suku setempat. Tanaman tersebut digunakan untuk berburu oleh masyarakat setempat dan termasuk racun yang berbahaya.

Racun Upas jika di teliti dan di olah dengan benar, maka dapat memberikan manfaat serta hasil penelitian ini bisa menjaga keberadaan tanaman pohon upas di Kutai Kartanegara dan juga bisa memajukan ilmu pengetahuan.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

5 + 4 =