KAJIAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) LINGKUP PERTANIAN DAN PERIKANAN DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Nilai Tukar Petani (NTP) merupakan salah satu proxy indikator untuk mengukur tingkat kesejahteraan petani di perdesaan pada bulan dan tahun tertentu dibandingkan dengan tahun dasarnya. Tujuan kajian (1) untuk mengetahui tingkat kesejahteraan petani dan nelayan berdasarkan Nilai Tukar Petani (NTP) di Kabupaten Kutai Kartanegara, dan (2) mengetahui faktor-faktor apa saja yang mepengaruhi Nilai Tukar Petani (NTP) pada masing-masing Sub Sektor di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Jenis data yang dikaji adalah data sekunder dan primer. Data NTP yang berasal dari sumber BPS adalah data utama yang digunakan dalam analisis ini, disamping data sekunder dari instansi serta sumber lain yang terkait. Sedangkan Data primer diperoleh dari uji petik terhadap responden di 6 (enam) kecamatan yang merupakan daerah produksi pertanian dan atau perikanan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kecamatan Marang Kayu, Muara Badak, Tenggarong Seberang, Loa Janan, Kota Bangun, dan Kembang Janggut). Metode pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan 20 responden pada masing-masing kecamatan. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis regresi berganda.

Hasil kajian menunjukkan bahwa NTP Kabupaten Kutai Kartanegara dari tahun 2016 hingga September 2020 masih dibawah 100. Hal ini terhadi pada semua sub sektor pertanian. NTP gabungan berada pada angka 97,23, NTP subsektor tanaman pangan 95,97, Perkebunan Rakyat 89,33, Peternakan 95,46, dan Perikanan Tangkap 97,44. Hal tersebut berpengaruh terhadap tingkat kesejahteraan petani di Kabupaten Kutai Kartanegara yang juga masih rendah. Berdasarkan hasil uji petik terhadap usaha lingkup pertanian dan perikanan menunjukkan bahwa semua hasil usaha pertanian dan perikanan mendapat keuntungan usahanya, namun jika dibandingkan dengan kebutuhan konsumsi rumahtangganya maka sebagian besar usaha tersebut belum bisa terpenuhi. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa tingkat pemenuhan kebutuhan rumah tangga petani untuk kasus tanaman pangan (usahatani padi sawah) hanya sebesar 75,14% kurang dari 100%, kasus sub sektor perkebunan rakyat (usahatani sawit) juga kurang dari 100 % yaitu 95,19%, dan kasus sub sektor perikanan tangkap hanya 76,59%. Hanya sub sektor peternakan (kasus peternak ayam potong) persentase pemenuhan kebutuhan rumah tangganya cukup tinggi yakni sebesar 242,18%, meskipun nilai NTP peternakan secara umum adalah 90,12. Hal ini terjadi dimungkinkan karena usaha peternakan lainnya diusahakan tidak seintensif peternak ayam potong dan cenderung hanya sebagai usaha sampingan.

Faktor yang sangat dominan untuk meningkatkan NTP Kabupaten Kutai kartanegara adalah peningkat indeks yang diterima petani. Disamping itu, Faktor dominan yang menurunkan NTP Kabupaten Kukar adalah pola konsumsi Rumah Tangga petani (seperti makanan jadi dan rokok).