FASILITASI LANJUTAN PEMUTIHAN PADI LOKAL SEBAGAI 

PLASMA NUTFAH DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Padi lokal perlu untuk dikembangkan dan dilestarikan agar tidak punah. Padi lokal merupakan kekayaan plasma nutfah yang tidak ternilai yang perlu terus dijaga kelestariannya, dan perlu dicari solusi untuk meningkatkan produktivitasnya. Sebagai langkah awal dalam pengembangan padi varietas local adalah kerakterisasi tanaman tersebut, untuk mengetahui sifat-sifat tanaman baik secara morfologis maupun secara fisiologis. Tujuan penelitian adalah untuk :

  1. Menginventarisir ragam varietas tanaman pada lokal untuk di karakterisasi di Kabupaten Kutai Kartanegara,
  2. Mengkarakterisasi varietas Tanaman Padi Lokal di Kabupaten Kutai Kartanegara,
  3. Menetapkan strategi petani lokal untuk dapat mempertahankan dan mengembangkan varietas tanaman padi lokal di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Lokasi penelitian adalah Kecamatan. Tabang, Kecamatan Kembang Janggut, Kecamatan Marang Kayu, Kecamatan Samboja, Kecamatan Muara Jawa, Kecamatan Sanga-sanga, Kecamatan Sungai Meriam, Kecamatan Loa Janan, dan Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara. Benih yang diperoleh selanjutnya dikoleksi dan diberi nama sesuai nama lokal. Analisis data yang digunakan adalah Analisis  gerombol  (cluster  hierarchical)  dilakukan  terhadap  data  hasil pengamatan dengan bantuan software  STATISTIC. Data yang didapatkan dari pengamatan  distandarisasi  terlebih  dahulu   karena  satuan  data  tidak  sama. Rumus yang digunakan  adalah  =STANDARDIZE  (x, mean, standard_dev).  Dari hasil  analisis  akan  didapatkan  dendogram  yang  merupakan dasar dalam pengelompokan berdasarkan karakter yang diamati.

Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis yang telah dilakukan diambil kesimpulan :

  1. Hasil identifikasi terhadap karakter agronomi menunjukkan terdapat keragaman pada kemampuan beranak, kerontokan gabah, dan keberterimaan fenofitik.
  2. Hasil identifikasi terhadap karakter morfologi menunjukkan terdapat keragaman pada panjang daun, sudut daun, sudut daun bendera, warna pelepah daun, panjang lidah daun, jumlah anakan, diamter batang, panjang malai, tipe malai, cabang malai sekunder.
  3. Berdasarkan hasil analisis dendrogram menunjukkan terdapat perbedaan diantara kultivar-kultivar, dengan tingkat kemiripan 60%.
  4. Hasil identifikasi dan seleksi diperoleh 10 kultivar yang dapat dikembangkan dan akan didaftarkan / diputihkan yaitu   1). Intan; 2). Pasir; 3). Siam; 4). Harum Putih; 5). Serai; 6). Sungkai; 7). Sesak Jalan; 8). Pudak Susun; 9). Mayas Gunung; dan 10). Syantik