SISTEM TATA NIAGA PEMASARAN KOMODITAS JAGUNG DAN PADI

KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA



Jagung dan padi merupakan komoditas pangan yang memegang peranan penting dalam pemenuhan kebutuhan konsumsi pangan maupun industri pertanian. Ketersediaan komoditas ini dipengaruhi oleh produksi usaha tani yang dilakukan oleh petani. Produksi yang telah dihasilkan oleh petani diharapkan mampu meningkatkan tingkat pendapatan petani. Tingkat pendapatan petani dipengaruhi oleh biaya produksi dan harga jual output di pasar.

Sistem pemasaran yang efisien diperlukan untuk membantu petani mendapatkan harga yang layak. Panjangnya mata rantai pemasaran menjadi salah satu penyebab rendahnya harga jual yang diterima oleh petani.

A.   Rumusan Masalah :

1.    Bagaimanakah distribusi tataniaga jagung dan padi di Kabupaten Kutai Kartanegara?

2.    Bagaimana perbedaan marjin tataniaga dan distribusinya pada masing-masing lembaga tataniaga jagung dan padi di Kabupaten Kutai Kartanegara ?

3.    Bagaimana efisiensi pemasaran pada setiap distribusi tataniaga jagung dan padi di Kabupaten Kutai Kartanegara ?

B.   Tujuan Penelitian :

1.    Untuk menganalisis distribusi tataniaga jagung dan padi di Kabupaten Kutai Kartanegara

2.    Untuk mengetahui besar marjin dan distribusinya pada masing-masing lembaga tataniaga jagung dan padi di Kabupaten Kutai Kartanegara.

3.    Untuk menganalisis efisiensi pemasaran setiap distribusi tataniaga jagung dan padi.

Penelitian dilaksanakan selama 8 (delapan) bulan di 8 kecamatan yaitu Kecamatan Tenggarong, KecamatanTenggarong Seberang, Kecamatan Sebulu, Kecamatan Loa Kulu, Kecamatan Loa Janan,  Kecamatan Samboja, Kecamatan Muara Badak, dan Kecamatan Marangkayu.

C.    Kesimpulan

Berdasarkan hasil dan pembahasan. dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:

1. Distribusi tataniaga jagung dan padi di Kabupaten Kutai Kartanegara adalah:

  • Tataniaga jagung terdiri dari 3 (tiga) saluran distribusi yaitu saluran nol tingkat, satu tingkat, dua tingkat, dan tiga tingkat.
  • Tataniaga padi terdiri dari 4 (empat) saluran distribusi yaitu saluran nol tingkat, satu tingkat, dua tingkat, dan tiga tingkat.

2.Marjin dan distribusi marjin pada masing-masing lembaga tataniaga jagung dan padi di Kabupaten Kutai Kartanegara adalah:

  • Marjin dan distribusi marjin pada tataniaga jagung adalah:

1) Tidak terdapat marjin pada saluran nol tingkat

2) Marjin pemasaran pada saluran satu tingkat model 1 sebesar Rp 1.900,- dengan distribusi biaya 28,8% dan keuntungan 71,2%.

3) Marjin pemasaran pada saluran satu tingkat model 2 sebesar Rp 738,- dengan distribusi biaya 36,0% dan keuntungan 63,9%.

4) Marjin pemasaran pada saluran dua tingkat sebesar Rp 2.740,- dengan distribusi biaya 31,0% dan keuntungan 69,0%.

  • Marjin dan distribusi marjin pada tataniaga padi adalah:

1) Tidak terdapat marjin pada saluran nol tingkat

2) Marjin pemasaran pada saluran satu tingkat sebesar Rp 5.150,- dengan distribusi biaya 24,9% dan keuntungan 75,1%.

3) Marjin pemasaran pada saluran dua tingkat sebesar Rp 6.937,50 dengan distribusi biaya 18,4% dan keuntungan 81,6%.

4) Marjin pemasaran pada saluran tiga tingkat sebesar Rp 7.333,33 dengan distribusi biaya 24,3% dan keuntungan 75,7%.

3.Efisiensi pemasaran pada distribusi tataniaga jagung dan padi di Kabupaten Kutai Kartanegara adalah:

  • Efisiensi pemasaran pada distribusi tataniaga jagung berdasarkan farmers’ share yaitu: saluran nol tingkat 100%. saluran satu tingkat model 1 sebesar 70,8%. saluran satu tingkat model 2 sebesar 81,6%. saluran dua tingkat 61,4%
  • Efisiensi pemasaran pada distribusi tataniaga jagung berdasarkan rasio keuntungan terhadap biaya yaitu: saluran satu tingkat model 1 sebesar 247,0%. saluran satu tingkat model 2 sebesar 177,5%. saluran dua tingkat 222,8%
  • Efisiensi pemasaran pada distribusi tataniaga padi berdasarkan farmers’ share yaitu: saluran nol tingkat 100%. saluran satu tingkat sebesar 52,4%. saluran dua tingkat sebesar 44,5%. saluran tiga tingkat 42,1%.

D.    Rekomendasi

1.  Mendorong terbentuknya kemitraan usaha untuk pembelian jagung oleh industri pengolahan jagung baik industri pakan ternak maupun pengolahan jagung turunan.

2.  Memperpendek saluran pemasaran dengan mengurangi banyaknya lembaga pemasaran yang terlibat dengan membentuk lembaga yang mampu membeli dan memasarkan hasil produksi padi di Kutai Kartanegara seperti koperasi, dan BUMDES.