KAJIAN EKONOMI MASYARAKAT DI SEKITAR DAN DI DALAM KAWASAN RENCANA  TAMAN HUTAN RAYA MUARA SIRAN KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Kawasan rencana Taman Hutan Raya (Tahura) Muara Siran Kabupaten Kutai Kartanegara yang akan dikembangkan sebagai kawasan pariwisata berwawasan lingkungan,      mencakup di 4 (empat) wilayah administrasi Kecamatan yaitu Kecamatan Muara Kaman,  Kecamatan Kembang Janggut, Kecamatan Kenohan dan Kecamatan Kota Bangun. Rencana lokasi Tahura Muara Siran memiliki keunikan tersendiri, misalkan dari segi keanekaragaman hayati (kehati) seperti Buaya Kodok/Buaya Siam (Crocodylus siamensis), Orang Utan (Pongo pygmaeus), Burung Ibis Karau (Pseudibis davisoni), LabiLabi (Carettochelys insculpta), serta habitat kayu Kahoi (Shorea balangeran). Sedangkan untuk lahan Tahura Muara Siran didominasi berupa lahan bergambut sehingga akan mempengaruhi danau yang ada menjadi habitat utama ikan gabus (Channa striata), dan satu keunikan lainnya yaitu jika terjadi air pasang yang cukup besar terkadang Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris) dapat   memasuki wilayah Danau Siran dan tidak jarang terjebak jika terlalu dalam memasuki wilayah Danau Siran.

  • TUJUAN PENELITIAN

Tujuan dari kegiatan ini adalah:

  1. Mengidentifikasi mata pencaharian utama dan sampingan, nilai pendapatan masyarakat serta lembaga ekonomi yang ada sekitar dan dalam kawasan rencana Tahura Muara Siran;
  2. Menyusun strategi dan kebijakan yang harus dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah pendapatan masyarakat sekitar dan dalam setelah dibentuk Tahura Muara Siran;
  3. Menghitung perkiraan nilai tambah pendapatan masyarakat sekitar dan dalam setelah dibentuk Tahura Muara Siran.
  • KESIMPULAN
  1. Secara umum mata pencaharian utama masyarakat yang ada di desa-desa sekitar rencana Tahura Muara Siran adalah nelayan dan petani, serta karyawan perkebunan sawit .Sedangkan mata pencaharian lainnya adalah swasta, pedagang, ASN, buruh dan jasa.
  2. Lembaga perekonomiannya cukup tersedia dan berfungsi aktif adalah KUD, pasar (mingguan), toko, kios, sembako, warung makan, penginapan (Desa Liang Ilir), pengepul dan tukang kredit (barang).
  1. Strategi dan kebijakan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah pendapatan masyarakat di dalam dan sekitar setelah dibentuk Tahura Muara Siran yaitu antara lain : 1) Pelibatan Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa dan masyarakat dalam penyusunan hingga pengawasan program perekonomian di rencana kawasan Tahura Muara Siran; 2) Menjamin masyarakat dalam pemanfaatan SDA. ; 3) Kepastian bahwa kawasan rencana Tahura Muara Siran tidak dikuasai oleh pihak lain.

Proyeksi nilai tambah pendapatan setelah dibentuk Tahura Muara Siran secara kuantitatif yang diperkirakan meningkat adalah pajak (pemerintah), toko, kios, warung dan penginapan, dan proyeksi yang berpeluang ada meliputi retribusi, transportasi, homestay, guide dan budaya. Atau yang sekaligus mengalami peningkatan dan berpeluang adalah transportasi (menuju lokasi wisata), guide, acara budaya, kerajinan tangan dan makanan ringan.

  • REKOMENDASI

Beberapa rekomendasi yang bisa dikemukan jika Tahura Muara Siran disetujui adalah:

  1. Pelibatan masyarakat dalam perencanaan dan pemanfaatan SDA di rencana kawasan Tahura Muara Siran dengan dukungan para pihak khususnya pemerintah sebagai fasilitator dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.
  2. Peningkatan akses ke lokasi pemanfaatan SDA hingga ke akses pemasaran termasuk mendorong tumbuh kembangnya sapras terkait kebutuhan akan program pariwisata seperti jasa transportasi, homestay, rumah makan hingga cindera mata.
  3. Penguatan lembaga ekonomi, peningkatan SDM, penyedia fasilitas pendukung sebagai suntikan modal.

Peran para pihak dalam meningkatkan keterampilan teknis masyarakat dalam pengelolaan ekonomi berbasis pariwisata dengan memanfaatkan sumber daya alam sekitar.