INVENTARISASI TANAMAN PADI SPESIFIK LOKAL SEBAGAI SUMBER PLASMA NUTFAH

Pangan merupakan sektor penting dalam pembangunan suatu wilayah atau negara karena ketersediaan bahan pangan menyangkut kebutuhan masyarakat secara luas. Selama manusia masih butuh makan, maka keberadaan tanaman pangan tidak dapat diabaikan  (Rusdiansyah, dkk., 2015).

Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) merupakan salah satu wilayah di Kaltim, yang banyak menyimpan plasma nutfah padi ladang. Sampai saat ini plasma nutfah padi ladang tersebut belum diinventarisasi, diidentifikasi/karakterisasi, dievaluasi dan diseleksi potensi genetiknya secara optimal untuk dimanfaatkan bagi kesejahteraan masyarakat. Dari sekian banyak kultivar padi ladang lokal yang terdapat di Kabupaten Kukar baru 6 (enam) kultivar yang di PVT kan tetapi belum diputihkan menjadi varietas unggul lokal. Ke enam kultivar tersebut yaitu Mayas Putih, Mayas Pancing, Gedagai, Bogor Putih (Bongkol Putih), Kunyit dan Hara.

Kegiatan inventarisasi juga perlu dilakukan sedini mungkin untuk mengantisipasi atau meminimalisir kemungkinan punahnya plasma nutfah atau sumber keragaman genetik padi ladang tersebut, terjadinya migrasi plasma nutfah atau diadopsi oleh daerah lain. Inventarisasi biasanya dilakukan pada daerah-daerah produksi tradisional, daerah terisolir, pulau-pulau terpencil, masyarakat tradisional, daerah epidemik, daerah transmigrasi lama dan lain-lain.

Inventarisasi Tanaman Padi Spesifik Lokal Sebagai Sumber Plasma Nutfah dilakukan pada 5 Kecamatan yaitu Kecamatan Muara Jawa, Kecamatan Samboja, Kecamatan Sanga-Sanga, Kecamatan Anggana,Kecamatan Loa Janan.

A.Tujuan Penelitian

  1. Menginventarisasi tanaman padi local sebagai sumber plasma nutfah
  2. Mempertahankan keberadaan varietas padi lokal spesifik lokasi
  3. Mengembangkan padi lokal dengan mempertahankan sifat-sifat spesifik dan meningkatkan hasil.

B.Manfaat Penelitian

  1. Sebagai bahan masukan dalam perumusan kebijakan Perencanaan Pembangunan Daerah dalam Menetapkan strategi mempertahankan padi lokal untuk dapat mengembangkan varitas tanaman padi lokal di Kabupaten Kutai Kartanegara. .
  2. Sebagai sarana Implementasi tugas Pokok dan Fungsi Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah dalam penyusunan Rekomendasi yang bersifat konkrit Kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara.

Metode inventarisasi yang digunakan adalah metode survey dan deskriptif dengan sasaran utamanya adalah petani/masyarakat tradisional yang secara turun temurun melakukan budidaya tanaman padi ladang lokal. Selain melakukan wawancara dan pengamatan lapang, juga diambil semua sampel benih dari kultivar padi ladang yang ditanam. Benih-benih padi ladang yang diperoleh dari hasil inventarisasi/ekplorasi di dokumentasi, disimpan dalam frezeer untuk diidentifikasi pada tahapan berikutnya. Kegiatan survey ini dilakukan untuk menggali semua informasi tentang keberadaan dari plasma nutfah padi lokal (baik padi sawah maupun padi ladang) yang ditemukan, baik yang masih dibudidayakan maupun yang pernah dibudidayakan.

C.Kesimpulan

Berdasarkan hasil inventarisasi maka direkomendasikan (1). Perlu dilakukan inventarisasi lanjutan di 13 kecamatan lainnya di Kabupaten Kutai Kartanegara, (2).Melakukan segera identifikasi/karakterisasi terhadap kultivar pada ladang yang telah diperoleh, (3). Perlu segera dibuat deskripsi dari kultivar padi ladang yang diperoleh berdasarkan karakter morfologi dan agronominya, (4). Perlu segera dilakukan usulan pendaftaran Varietas (PVT) terutama terhadap kultivar padi ladang yang potensial, dan (5). Melakukan pengujian dan evaluasi terhadap kultivar padi ladang yang diperoleh agar dapat dilakukan pemutihan terhadap kultivar yang potensial dan memiliki sebaran wiilayah yg luas.

Hasil inventarisasi diperoleh 30 kultivar padi ladang lokal dan 2 kultivar padi sawah lokal. Dari 30 kultivar padi ladang yang diperoleh, 24 kultivar merupakan padi ladang non ketan dan 6 kultivar padi ketan. Hasil inventarisasi diketahui kultivar Gedagai dan Serai tersebar di 4 kecamatan, kultivar Santik tersebar di 3 kecamatan, kultivar padi sawah lokal Pudak Susun tersebar di 3 kecamatan, kultivar Mayas, Sesak Jalan dan Buyung/Sebuyung tersebar di 2 kecamatan.

D.Rekomendasi

  1. Perlu dilakukan inventarisasi lanjutan di 13 kecamatan lainnya di Kabupaten Kutai Kartanegara.
  2. Perlu dilakukan segera identifikasi/karakterisasi terhadap kultivar padi ladang yang telah diperoleh.
  3. Perlu segera dibuat deskripsi dari kultivar padi ladang yang diperoleh berdasarkan karakter morfologi dan agronomi.
  4. Perlu segera dilakukan usulan pendaftaran varietas (PVT) terutama terhadap kultivar padi ladang yang potensial.

5.  Perlu dilakukan segera pengujian dan evaluasi terhadap kultivar padi ladang yang diperoleh agar dapat dilakukan pemutihan terhadap kultivar yang potensial dan memiliki sebaran wiilayah yang luas.