SEMINAR HASIL KAJIAN TEKNIS PEMBENTUKAN KAWASAN TAMAN HUTAN RAYA MUARA SIRAN KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

TENGGARONG – Pada tanggal 11 Desember 2019 Balitbangda Kutai Kartanegara Mengadakan ” Seminar Hasil Kajian Teknis Pembentukan Kawasan Taman Hutan Raya Muara Siran Kabupaten Kutai Kartanegara”. Kajian tersebut membahas keprihatinan tingginya tingkat kerusakan lingkungan dan hutan, memunculkan keinginan untuk melakukan pelestarian hutan yang masih tersisa dibeberapa wilayah, hal inilah yang latarbelakangi surat Bupati Kutai Kartanegara Kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 522.57/1457/DISBUNHUT Tentang Rencana Pembentukan Taman Hutan Raya  tertanggal 24 Agustus 2016, kemudian Taman Hutan raya Tahura) tidak serta merta dapat langsung di bentuk tetapi perlu adanya kajian-kajian pendukung sebelum pembentukan Tahura tersebut.

Kajian-kajian dalam rangka rencana pembentukan Tahura berupa kajian secara, Teknis, Kajian Ekonomi dan Kajian Sosial Budaya. Adapun Kajian secara Teknis seperti tentang luasan rencana area Tahura,  Karakteristik dan fungsi ekosistem (DAS), Penyelarasan tataruang wilayah (RTRW), Identifikasi flora dan fauna, penyusunan starategi dan kebijakan yang harus dilakukan untuk menjaga kwalitas ekologis pada kawasan Rencana Tahura, Kajian secara Ekonomi meliputi Identifikasi Mata Pencarian Utama dan sampingan Masyarakat disekitar rencana Tahura, mengidentifikasi nilai pendapatan masyarakat, menidentifikasi Lembaga ekonomi masyarakat di sekitar rencana tahura, Menyusun strategi kebijakan yang harus dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah pendapatan masyarakat disekitar rencana Tahura dan menghitung nilai tambah pendapatan masyarakat disekitar Tahura setelah Tahura dibentuk. sedangkan kajian dari sisi sosial budaya meliputi Mengidentifikasi Kearifan local, kelembagaan Lokal, adat istiadat, persepsi Masyarakat dan Pemerintah Daerah setempat Terhadap rencana Tahura, Mengidentifikasi pemberdayaan masyarakat disekitar dan didalam kawasan rencana Tahura serta menyusun starategi dan kebijakan yang harus dilakukan untuk meningkatkan peran serta masyarakat disekitar Tahura setelah tahura tersebut dibentuk Hal ini di ungkapkan oleh Kepala Balitbangda Bapak Ir.H. Akhmad Hardi Dwi Putra beberapa waktu yang lalu.

Sementara itu lokasi yang direncanakan untuk Tahura masuk dalam wilayah beberapa kecamatan yaitu kecamatan Muara Kaman, Kota Bangun, Kenohan dan Kecamatan Kembang Janggut dan meliputi desa Muara Siran, Bukit Jering, Liang Ilir, Muhuran, Sebelimbingan, Teluk Muda Tuana Tuha dan Genting Tanah.  

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 − 2 =