KAJIAN POTENSI PEDESAAN UNTUK PENGEMBANGAN AGROPOLITAN DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

ABSTRAK

Tujuan Penelitian 1). Mengidentifikasi kecamatan-kecamatan yang diprioritaskan dikembangkan sebagai kawasan agropolitan dan komoditi pertanian yang layak dikembangkan pada kawasan agropolitan tersebut; 2).Mengetahui tingkat perkembangan desa-desa di Kabupaten Kutai Kartanegara dan faktor-faktor yang mempengaruhinya; 3).Menyusun model agropolitan terbaik untuk Kabupaten Kutai Kartanegara.

Data yang dipakai dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara secara langsung dengan responden yang telah ditetapkan secara proporsional yang dibantu dengan daftar pertanyaan. Data skunder yang digunakan antara lain data potensi desa Tahun 2012, PDRB Kecamatan Tahun 2012, PDRB Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2012, Kecamatan Dalam Angka dan Kutai Kartanegara Dalam Angka tahun 2012 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik, serta data penunjang lainnya yang diperoleh dari desa/kelurahan, Kecamatan dan instansi maupun lembaga terkait di tingkat Propinsi maupun Kabupaten.

Penelitian dilaksanakan di Bagian Ekonomi dan Keuangan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara selama 6 (enam) bulan mulai bulan Maret s/d Agustus 2013.Lokasi penelitian adalah 227 (dua ratus dua puluh tujuh) desa di Kabupaten Kutai Kartanegara dan untuk penyusunan model agropolitan diokuskan pada desa-desa pada 8 (delapan) kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.

  1. Tingkat perkembangan desa-desa di Kabupaten Kutai Kartanegara sebagian besar masih tergolong rendah dan tingkat perkembangan desa dipengaruhi oleh faktor jarak ke pusat pelayanan, faktor pengelolaan bantuan dan industri pertanian, faktor jarak ke ibukota kecamatan, pasar dan bank, faktor sawah irigasi, faktor pendidikan dan rumah di bantaran sungai;
  2. Terdapat sepuluh model kawasan agropolitan yang dapat dikembangkan di Kabupaten Kutai Kartanegara.