KAJIAN POTENSI PEDESAAN UNTUK PENGEMBANGAN AGROPOLITAN DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

ABSTRAK

Penelitin ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi kecamatan-kecamatan yang diprioritaskan dikembangkan sebagai kawasan agropolitan dan komoditi pertanian yang layak dikembangkan pada kawasan agropolitan tersebut; (2) mengetahui tingkat perkembangan desa-desa di Kabupaten Kutai Kartanegara dan faktor-faktor yang mempengaruhinya; dan (3) menyusun model agropolitan terbaik untuk Kabupaten Kutai Kartanegara. Metode analisis data digunakan analisis tipologi Klassen, analisis Location Quontien (LQ), Shift Share Analysis (SSA), analisis Skalogram, analisis gerombol dan analisis fungsi diskriminan. Hasil analisis bahwa kecamatan-kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara yang layak dikembangkan menjadi kawasan agropolitan antara lain : (a) kecamatan Loa Kulu dengan alternatif komoditi unggulan ternak kambing dan ayam broiler; (b) kecamatan Loa Janan dengan alternatif komoditi unggulan tanaman lada; (c) kecamatan Tenggarong Seberang dengan alternatif komoditi unggulan sayur-sayuran dan tanaman buah alpukat; (d) kecamatan Muara Wis dengan alternatif komoditi unggulan ikan perairan umum, ternak kerbau dan ayam buras;(e) kecamatan Kota Bangun dengan alternatif komoditi unggulan ubi kayu, melinjo, ikan perairan umum, ternak sapi potong dan ayam buras; (f) kecamatan Muara Muntai dengan alternatif komoditi unggulan tanaman kacang hijau, buah sirsak, ikan perairan umum, ternak kerbau dan ayam buras; (g) kecamatan Muara Kaman dengan alternatif komoditi unggulan ikan perairan umum, ternak kerbau dan itik; (h) kecamatan Kenohan dengan alternatif komoditi unggulan kacang hijau, nanas, ikan perairan umum, ternak babi dan ayam buras; (i) kecamatan Kembang Janggut dengan komoditi unggulan kelapa sawit dan (j) kecamatan Tabang dengan alternatif komoditi unggulan tanaman jagung, buah belimbing, ternak babi dan ayam buras; Tingkat perkembangan desa-desa di Kabupaten Kutai Kartanegara sebagian besar masih tergolong rendah dan tingkat perkembangan desa dipengaruhi oleh faktor jarak ke pusat pelayanan, faktor pengelolaan bantuan dan industri pertanian, faktor jarak ke ibukota kecamatan, pasar dan bank, faktor sawah irigasi, faktor pendidikan dan rumah di bantaran sungai; Terdapat sepuluh model kawasan agropolitan yang dapat dikembangkan di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Kata Kunci : kawasan agropolitan, komoditi unggulan