KAJIAN PENGOLAHAN DANA ADD DALAM MENUNJANG PEMBANGUNAN DESA DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

ABSTRAK

Tujuan dari kajian ini adalah 1). Mengidentifikasi hasil-hasil pembangunan desa yang telah dicapai terkait penggunaan dana ADD di Kabupaten Kutai Kertanegara. 2). Mengidentifikasi tahapan perencanaan (planning),  faktor pendorong  dan kendala yang dihadapi terkait penggunaan   dana ADD di Kabupaten Kutai Kartanegara. 3). Mengidentifikasi tahapan pelaksanaan (implementation), faktor pendorong  dan kendala yang dihadapi terkait penggunaan  dana ADD di Kabupaten Kutai Kartanegara. 4). Mengidentifikasi tahapan evaluasi (evaluation), faktor pendorong dan kendala yang dihadapi terkait penggunaan dana ADD di Kabupaten Kutai Kartanegara. 5). Menyusun dan Memformulasi  Pengelolaan dana  ADD,  agar efektif dan efisien dalam penggunaannya sehingga diperoleh input atau outcome optimal  di kabupaten Kutai Kartanegara.

Data yang dikumpulkan adalah data sekunder dan primer. Data sekunder diperoleh dari berbagai dinas/instansi terkait berupa literatur, laporan hasil studi dan laporan tahunan yang ada relevansinya dengan studi yang dilakukan. Data primer diperoleh melalui pengamatan langsung di lapangan dan wawancara dengan nara sumber, baik secara individual maupun kolektif pada para pihak yang dapat diperoleh informasi  terkait pengelolaan dana ADD dan pembangunan desa  yang ada  Kabupaten Kutai Kertanegara.

Kegiatan wawancara dilakukan kepada para narasumber terkait, yaitu aparatur mencakup  (Kabupaten, Kecamatan dan Desa); dan  masyarakat  desa  yang dianggap mengetahui seluk-beluk kegiatan pengelolaan dana ADD dan penggunaannya untuk kegiatan pembangunan desa (Tokoh Masyarakat dan Anggota Masyarakat yang dianggap dapat memberikan  informasi terkait pengelolaan dana ADD dan program-program pembangunan desa yang menyertainya, yang tersebar di 10 (sepuluh) Kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara antara lain : Kecamatan Kota Bangun, Muara Wis, Muara Muntai, Kembang Janggut, Kenohan, Tenggarong Seberang, Sebulu, Loa Kulu, Loa Janan dan Anggana.