KAJIAN IMPLEMENTASI SK MENTRI PERTANIAN NOMOR 26 TAHUN 2007 DAN PENGARUHNYA TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

ABSTRAK

Tujuan Penelitian kajian ini adalah sebagai berikut 1) Mengetahui penerapan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Pedoman Perizinan Usaha Perkebunan di Kabupaten Kutai Kartanegara, 2) Mengetahui dampak keberadaan perusahaan perkebunan kelapa sawit terhadap tingkat pendapatan masyarakat di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Teknik pengumpulan data dalam kajian ini dilakukan melalui tiga cara yaitu 1). Wawancara mendalam (Indepth Interview) yang berbentuk studi kasus, lazimnya dituntut wawancara mendalam (indepth interviewing), dituntuk banyak pelacakan (probing) guna mendapatkan data yang lebih dalam, utuh, dan rinci. Oleh karenanya “pedoman wawancara” pada studi kasus hanya memuat “pertanyaanpertanyaan pokok” yang umumnya berbentuk pertanyaan terbuka atau tidak berstruktur. Untuk menggali data yang lebih dalam, adalah tugas pewancara untuk melacak serta lebih jauh mendalam, lengkap dan rinci. Disini kemampuan, kecerdikan, dan kejelian pewancara untuk melacak menjadi prasyarat utama. Wawancara dalam studi kasus umumnya dilakukan peneliti itu sendiri, 2). Observasi, Metode ini menggunakan pengamatan atau penginderaan langsung terhadap suatu benda, kondisi, situasi, dan proses atau perilaku di lokasi kajian, 3). Dokumentasi mengumpulkan data dengan menggunakan data sekunder yang bersumber dari catatan – catatan publik tentang hal-hal yang penting yang berhubungan dengan penelitaian yang dapat berupa buku, kertas, dan tabel.

Kajian Implementasi peraturan menteri pertanian nomor 26 tahun 2007 tentang pedoman perizinan usaha perkebunan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat menggunakan metode analisis deskriptif eksploratif dengan desain studi kasus. Analisis deskriptif ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang benar mengenai objek yang diteliti.Sedangkan fungsi analisis deskriptif adalah untuk memberikan gambaran umum tentang data yang telah diperoleh.Gambaran umum ini bisa menjadi acuan untuk melihat karakteristik data yang kita peroleh.Pengolahan data dalam analisis ini umumnya didasarkan dalam bentuk analisis persentasi atau analisis kecenderungan kemudian dituangkan dalam bentuk table, diagram, grafik, dan gambar.

Masyarakat sekitar lokasi perkebunan besar swasta yang tidak terkait langsung dengan perusahaan tersebut, yaitu petani kelapa sawit mandiri, penjual sembako dan pengusaha warung makan pendapatan mereka juga meningkat secara bervariasi jika dibandingkan antara sebelum dan sesudah adanya perusahaan besar swasta di lokasi desa mereka.