POTENSI PELANGGARAN UNDANG-UNDANG NO. 22 TAHUN 2009 BAGI PELAJAR DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

ABSTRAK

Berdasarkan tingkat pendidikan pada tahun 2009-2013, angka kecelakaan tertinggi adalah terjadi pada tingkat pendidikan SLTA, yakni pada tahun 2009 sebanyak 62.835 otang, tahun 2010 sekitar 77.302 orang, tahun 2011 sebanyak 87.702 orang, tahun 2012 sebanyak 103.209 orang dan pada tahun 2013 sebanyak 96.472 orang. Persentase angka kecelakaan tahun 2013 yang melibatkan siswa SLTA adalah sebesar 58,36%.

Di kabupaten Kutai Kartanegara pada tahun 2012 terjadi pelanggaran pelajar ada sebanyak 906 (26,96%) kasus dari 3.360 kasus, tahun 2013 meningkat menjadi 1.099kasus: dan antara januari-september 2014 telah terjadi pelaggaran sebanyak 728 kasus pelanggaran. Pelanggaran lalu lintas oleh pelajar menduduki peringkat kedua (setelah swasta). Selanjutnya data kecelakaan lalu lintas selama tahun 2012- September 2014 menunjukkan bahwa telah terjadi kecelakaan dikalangan pelajar pada tahun 2012 sebanyak 125 kasus, tahun 2013 meningkat mebjadi 226 kasus, dan januari hingga september 2014 telah mencapai 166 kasus.

Tujuan penelitian adalah: 1. Mengetahui potensi terjadinya pelanggaran lalu lintas pengguna kendaraan bermotor oleh pelajar di Kabupaten Kutai Kartanegara: 2. Mengetahui peran pihak-pihak terkait (orang tua, guru, pemerintah) dalam meminimalisir terjadinya pelanggaran lalu lintas yang terjadi di kalangan pelajar: 3. Menemukan solusi praktis dalam mengatasi pemenuhan angkutan pelajar di kabupaten kutai kartanegara.

Penelitian dilaksanakan dengan cara survey, Penelitian dilaksanakan dalam tiga zona yaitu: 1. zona pelajar, 2. zona tengah, 3. zona ulu. Sampel di anggap dapat mewakili siswi SMP, SMA, dan SMK yang ada di Kabupaten kutai Kartanegara . Sampel dari kalangan pelajar di ambil sebanyak 396 responden, sedangkan informan kunci di ambil dari orang tua, unit lakalantas, dan aparat Dinas Perhubungan Kukar secara aksidensial sampling.

Hasil penelitian di peroleh sebagai berikut: 1. potensi melakukan pelanggaran Undang-Undang no. 22 Tahun 2009 oleh pelajar di Kabupaten Kutai Kartanegara cukup besar, di mana 30,05% responden yang menggunakan kendaraan bermotor pernah terkena tilang: 2. Persoalan pengguna jalan oleh pelajar tidak hanya dilihat dari aspek perundang-undangan, namun juga persoalan lain yang justru yang lebih dominan yaitu, mentalitas dan motivasi: dan 3. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara belum mampu memenuhi kebutuhan angkutan pelajar.