KAJIAN VALUASI EKONOMI DI DANAU MELINTANG DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA TAHUN 2015

ABSTRAK

Wilayah perairan danau semayang dan danau melintang di kabupaten kutai kartanegaratelah memberikan banyak manfaat yang dapat di peroleh. Kegiatan perikanan baik penangkapan ikan maupun budidaya perikanan, transfortasi, dan non pemanfaatan yakni keragaman hayati merupakan beberapa di antara manfaat yang  telah di peroleh masyarakat selama ini. Namun rusaknya kawasan danau semayang dan danau melintang di khawatirkan akan mengurangi manfaat yang di peroleh dari fungsi kawasan itu sendiri. Hasil budidaya dan tangkapan nelayan akan semakin berkurang, karena fungsi kawasan danau sebagai pendukung bagi produktifitas hasil tangkapan yaitu nursery ground (area pengasuhan), feeding ground (area sumber makanan), spawing ground (area berpijah) telah hilang. Hancurnya danau semayang dan danau melintang mampu menghilangkan fungsi terhadap karagaman hayati, Sehingga dikhawatirkan jenis ikan di kawasan ini akan memjadi langka. Tujuan penelitian ini;  (1) Mengidentifikasi manfaat langsung dan non pemanfaatankawasan danau semayang dan danau melintang kabupaten kuta kartanegara; (2) Menganalisis nilai manfaat langsung dan pemanfaatan kawasan semayang dan danau melintang.

Metode penelitian ini adalah metode survey untuk pengumpulan data danmenggunakan metode analisis berkenaan dengan penentuan nilaiekonomi danau semayang dan danau melintang di kabupaten kutai kartanegara. Penelitian ini berlangsung selama 3 bulan.

Data yang di butuhkan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data skunder. Data yang di peroleh dengan metode wawancara menggunakan kuesiuner yang telah disusun sesuai dengan tujuan penelitian dan responden langsung yaitu nelayan, pembudidaya, pembudi daya ikan dalam dalam keramba dan masyarakat umum. Data primer yang di peroleh dari nelayan adalah hasil tangkapan, harga hasil tangkapan, dan biaya penangkapan. Data yang berasal dari pembudidaya ikan dalam keramba adalah hasil produksi, Harga produksi dan biaya produksi. Data yang berasal dari masyarakat umu adalah nilai willingness to Pay (WTP).

Data sekunder adalah data penunjang yang di kumpulkan dari pemerintah daerah, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Timur, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kutai Kartanegara, Badan Statistik Kabupaten Kuta Kartanegara dan instansi atau lembaga berhubungan dengan materi penelitian.

Metode analisis valuasi ekonomi danau menggunakan pendekatan harga pasar dan Contingent Valuation Method (CVM) untuk menentukan nilai WTP. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan di ketahui bahwa Danau Semayang dan Danau Melintang telah di manfaatkan secara maksimal dan baik oleh masyarakat. Pemanfaatan yang dilakukan oleh masyarakat atas danau semayang dan danau melintang berupa pemanfaatan langsung yang dilakukan masyarakat berupa keragaman hayati.

Dalam Penelitian ini penangkapan yang menjadi objek penelitian adalah kegiatan penangkapan yang menggunakan alat tangkap pengilar, sawaran, rengge, dan hanco. Rata-rata pendapatan bersih nelayan dikawasan Danau Semayang sebesar Rp 50.316.641,18 pertahun atau Rp 209.651,75 pertrip, sedangkan pendapatan bersih nelayan di kawasan Danau Melintang sebesar Rp 37.742.844,44 pertahun atau Rp 155.936,85 Pertrip.

Kegiatan Budidaya ikan umumnya di kawasan danau adalah budidaya keramba ikan mas dan nila. Rata-rata pendapatan bersih yang di teri pembudidaya dikawasan danau semayang sebesar Rp 16.021.297,78 per musim. Selanjutnya untuk pembudi daya ikan di kawasan Danau Melintang sebesar Rp 11.380.749,20 per musim.

Pendapatan bersih usaha transportasi di Danau Semayang berdasarkan hasil kajian adalah sebesar Rp 4.170.886,36 dan di Danau Melintang sebesar Rp 4.254.304,05.

Nilai WTP per individu yang di peroleh dari hubungan antara WTP dengan karakteristik dari responden adalah sebesar Rp 26.080.538,69. Nilai ekonomi Danau Semayang diperoleh setelah WTP individu tersebut dikalikan dengan jumlah penduduk dan hasil yang di peroleh adalah sebesar Rp 280.444.032.515,49 per tahun.

Nilai ekonomi Danau Semayang berdasarkan pemanfaatan dan non pemanfaatan yang terdiri dari perikanan tangkap, budidaya keramba,transfortasi air, dan keragaman hayati adalah sebesar Rp 280.546.583.715,14 per tahun (USD 20.039.041,69). Selanjutnya nilai ekonomi Danau Melintang dengan jenis pemanfaatan dan non pemanfaatan yang sama di peroleh sebesar Rp 18.214.232,48 perhektar pertahun atau sebesar Rp 200.356.557.224,66 pertahun (USD 311.182,66).

Saran yang di kemukakan dalam penelitian ini adalah perlu disusun dokumen Rencana Pengelolaan Perikanan (RPP) di Danau Semayang dan Danau Melintang yang selanjutnya di usulkan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan RI sesuai dengan UU No. 31 Tahun 2004 jo UU No. 45 Tahun 2009 tentang Perikanan. Selanjutnya juga perlu di buat Peraturan Bupati Kutai Kartanegara untuk pencadangan kawasan konservasi suaka perikanan di sekitar Danau berdasarkan Permen KP No. 2 Tahun 2009. Evaluasi dan monitoring dalam hal penegakan aturan mengenai pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya perikanan di danau perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui Kelembagaan Pokmaswas.