KAJIAN FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB MENURUNNYA HASIL TANGKAPAN IKAN DAN UPAYA MENINGKATKAN FUNGSI RESERVATIKAN AIR

ABSTRAK

Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan adalah; 1). Tersedianya informasi terkait karakteristik lingkungan perairan, Data dan informasi tentang ada tidaknya  pencemaran lingkungan perairan akibat kegiatan manusia di wilayah Lokasi Kajian. 2). Data dan informasi tentang  penggunaan alat tangkap tidak ramah lingkungan. 3). Informasi berupa hasil kondisi lingkugan perairan dan pengaruh antropogenik terhadap tersedianya  sumberdaya perikanan di kawasan reservat ikan. 4). Rekomendasi dalam rangka mengatasi penurunan hasil tangkapan ikan di wilayah Lokasi Kajian.

Teknik Pengumpulan Data: a). Menyebarkan kuisioner kepada responden terkait dengan topic penelitian. Yang dipilih sebagai responden terdiri dari berbagai unsure; Unsur masyarakat nelayan dan petani ikan, unsure tenaga teknis yang petugas UPT Dinas Kelautan dan Perikanan kecamatan. b). Selain itu, Tim peneliti akan melakukan wawancara  mendalam (indept interview) dengan petugas teknis dilapangan dan masyarakat petani ikan. c). Jenis data yang diperoleh antara lain; (a) data primer yakni data hasil isian kuisioner dan hasil wawancara. (b) data sekunder merupakan data yang diperoleh dari sumber data sebelumnya seperti halnya data: BPS, data BAPPEDA, data Dinas Kelautan dan Perikanan, serta data pendukung lainnya yang tersedia di kecamatan yang bersangkutan. d). Kondisi kualitas air masing-masing stasiun yang terdiri dari tiga lokasi antara lain: 1. Daerah Reservat

 

Beberapa kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil penelitian kajian faktor – faktor Peningkatan Jumlah Nelayan dan Alat tangkap yang terekspose dari data time series tahun 2007-2011 disinyalir merupakan penyebab terjadinya penurunan hasil tangkapan ikan di lokasi kajian.

  1. Berdasarkan hasil wawancara ditemukanya praktek-praktek penggunaan alat tangkap yang merusak antara lain strum dan racun.
  2. Berdasarkan hasil wawancara dan survey ditemukan adanya kegiatan penangkapan ikan dengan menggunakan alat tangkap yang tidak selektif dengan kemampuan menangkap ikan yang sangat besar antara lain: Alat tangkap sawaran, rimpa, Sangga, dan Julu.
  3. Adanya indikasi telah terjadi tekanan terhadap kondisi perairan di lokasi kajian berupa beban masukan limbah yang berasal dari kegiatan perkebunan kelapa sawit secara periodik.
  4. Adanya Indikasi telah terjadi pelanggaran yang cukup urgen terkait fungsi kawasan reservat ikan Danau Loa Kang yang seharusnya bebas dari kegiatan perikanan terutama perikanan tangkap namun pada kenyataannya praktek kegiatan perikanan tangkap marak dilakukan di wailayah tersebut.
  5. Pengkajian faktor-faktor yang menyebabkan menurunnya hasil tangkapan berkaitan dengan penghidupan dan strategi penghidupan masyarakat nelayan telah dikembangkan model livelihoods DFID atau SLA (Sustainable Livelihood Approach) dan model SFL (Sustainable Fisheries Livelihoods). Beberapa faktor yang dimasukkan dalam model-model ini adalah faktor lingkungan fisik (ekologi), aspek sosial ekonomi dan kelembagaan masyarakat lokal serta tatakelola (governance) pengelolaan perikanan umum dengan memperhatikan kerentanan baik ekologi maupun sosial ekonomi kelembagaan.
  6. Masalah utama yang telah diidentifikasi menurut hasil diskusi mendalam dan FGD menurut nelayan dan informan kunci dibagi menjadi tiga faktor utama, yaitu: (1) meningkatnya jumlah populasi nelayan dan alat tangkap yang digunakan; (2)  adanya kegiatan perikanan tangkap yang bersifat destruktif (destructive fishing activities) yang dilakukan oleh sebagian nelayan; (3) belum maksimalnya fungsi reservat ikan.