PENELITIAN PENGUATAN PERPUSTAKAAN DAN LITERATUR BACA

SERTA SOFTWARE STATISTIK DAN SPSS

ABSTRAK

Dengan perkembangan teknologi informasi saat ini, perpustakaan masih dihadapkan dengan berbagai tantangan, diantaranya, manajemen perpustakaan yang masih konvensional,  adanya  kesulitan dalam mengakses informasi,  penyediaan sumber informasi lain seperti bahan audio visual dan multimedia, permasalahan e-literacy dan e-technology pustakawan maupun pemustaka,  juga tidak kalah penting adalah permasalahan SDM perpustakaan.

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan kajian penguatan perpustakaan dan literatur baca serta Software Statistik dan SPSS sebagaimana tersebut di atas, maka dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut :

  1. Aspek sarana memiliki peran penting dalam penguatan perpustakaan, oleh sebab itu kelengkapan sarana harus menjadi prioritas pengelolaan perpustakaan, termasuk pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.
  2. Aspek kompetensi sumberdaya manusia (SDM) perpustakaan memiliki peran sangat penting dalam memperkuat keberadaan perpustakaan, hal ini karena pustakawan, tenaga teknis, dan operator lainnya hendaknya mampu menerapkan manajemen pengelolaan perpustakaan sesuai standar nasional yang ditetapkan.
  3. Aspek pelayanan memiliki peran penting untuk memperkuat perpustakaan, kemajuan teknologi informasi (TI) tentu menjadi unsur yang harus diperhatikan dalam mendukung pelayanan yang mudah, cepat dan tepat khususnya kepada para pemustaka/pengunjung.

Salah satu contoh Perpustakaan yang tergolong maju dan inovatif adalah yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Balikpapan ini dengan model terbuka. Dalam sistem layanan terbuka perpustakaan memberi kebebasan kepada pengunjung untuk dapat masuk dan memilih sendiri koleksi yang diinginkannya dari rak. Penataan ruang koleksi telah dilengkapi dengan rambu-rambu  petunjuk secara lengkap dan jelas. Jarak antara rak satu dengan rak yang lain diatur lebih lebar. Adapun Jadwal layanan kepada masyarakat/pengunjung diatur yakni: a). Senin s/d Kamis pukul 08.00 – 18.00 Wita., b). Jumat pukul 08.00 – 16.00 Wita., dan c). Sabtu s/d Minggu pukul 10.00 – 16.00 Wita.

Untuk pengembangan perpustakaan, pihak perpustakaan dapat menjalin MoU (Memorandum or Understanding) dengan pihak perusahaan yang ada dilingkungan kota Balikpapan yang dinamakan “Forum CSR” (Coorporate Social Responsibility).

Untuk memaksimalkan pemanfaatan dana CSR dari beberapa perusahaan terkait, telah dibangun pojok khusus dengan kelengkapannya seperti literature baca dan Wifi internet, dengan nama;  “Migas Corner”, “BI Corner”, “Telkomsel Corner”, dan lain-lain.

Berikut ini adalah beberapa rekomendasi yang dapat disampaikan dalam rangka peningkatan pengelolaan dan pengembangan Perpustakaan di Kabupaten  Kutai Kartanegara, yakni sebagai berikut :

Aspek Sarana: (Peningkatan)

A.Ruangan Perpustakaan :

  1. Ruang baca hendaknya dapat menampung semua perabotan dengan penataan yang menarik sehingga dapat mengundang pemustaka untuk senang berkunjung.
  2. Suasana penataan ruangan perpustakaan yang nyaman, kondusif dan memiliki pencahayaan yang cukup serta suasana yang tenang.

B.Peralatan Perpustakaan :

  1. Perpustakaan hendaknya dilengkapi dengan hotspot area (Wifi) dan adanya AC/kipas angin untuk mendukung suasana yang nyaman dan kondusif.
  2. Perpustakaan hendaknya dilengkapi dengan computer layanan yang dapat digunakan untuk menyimpan berbagai dokumen perpustakaan dan untuk memudahkan  akses pencarian buku referensi.
  3. Kondisi perabotan perpustakaan (seperti meja baca, rak buku, dan loker) memiliki kondisi yang baik, bersih dan terawat sehingga dapat dimanfaatkan pengunjung sebagaimana mestinya.

C.Koleksi Buku Bacaan:

  1. Penambahan koleksi buku referensi perpustakaan merupakan hal yang prioritas sesuai standart nasional perpustakaan, terutama dalam mendukung kegiatan penelitian dan pengembangan, disamping itu koleksi dapat dilengkapi dengan terbitan  berkala  (majalah,  tabloid,  koran) yang lengkap.
  2. Kondisi fisik koleksi buku di perpustakaan hendaknya dalam keadaan baik dan terawat, dan secara berkala dilakukan inventarisasi dan evaluasi.

Aspek Kompetensi (SDM) Perpustakaan: (Peningkatan)

Dalam rangka meningkatkan kompetensi sumberdaya manusia (SDM) pengelola  perpustakaan, baik pustakawan maupun tenaga teknis perpustakaan tentu dapat mengambil langkah-langkah berikut ini :

  1. Magang ke Perpustakaan yang sudah maju dan berkembang sesuai standar nasional terutama dalam pengelolaan dan penerapan teknologi informasi dan komunikasi agar lebih terampil dalam mengelola perpustakaan yang berdampak pada peningkatan pelayanan kepada pemustaka/pengguna perpustakaan.
  2. Mengirim pegawai untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan yang dikelola oleh Perpustakaan Nasional / lembaga perpustakaan lainnya atau menyertakan mereka untuk mengikuti seminar tentang pengelolaan perpustakaan.
  3. Dalam rekruitmen pegawai perpustakaan hendaknya sesuai dengan standar kualifikasi dan kompetensi yang disyaratkan reguasi minimal (D II) Program Studi Perpustakaan atau diikutsertakan dalam Diklat pengelola perpustakaan.

Aspek Layanan : (Peningkatan)

Peningkatan layanan terutama ditujukan dalam memanfaatkan kemajuan  teknologi informasi dan komunikasi yang terus berkembang, bahkan diharapkan dapat mengakses buku-buku referensi yang berada di luar perpustakaan internal, disamping itu tentu diperlukan pelayanan prima yang berorientasi bagi kepentingan para pemustaka/pengunjung.  Inovasi layanan dapat dilakukan melalui layanan web secara online akan memudahkan pengunjung perpustakaan mengakses seluruh fasilitas dan koleksi buku seperti halnya yang dilakukan oleh Perpustakaan kota Bontang.

Untuk membangun sebuah perpustakaan yang refresentatif dan ideal diperlukan perencanaan yang matang, sarana dan prasarana yang memadai, SDM yang cukup dan profesional, anggaran yang cukup proporsional, kerjasama dengan pihak-pihak terkait, dukungan IT, serta konsistensi dari semua pihak yang berkeinginan memajukan perpustakaan itu sendiri. Untuk lebih menggugah semangat dan minat baca, saat ini sudah dicanangkan  “Kampung Literasi” dimana tempat-tempat  tertentu disediakan bahan bacaan untuk masyarakat, hal ini sudah terealisasi di Kelurahan Klandasan Ilir, di stand ojek, post-post ronda, dan bahan bacaan tersebut berupa koran, buku-buku ringan, dan lain-lain.

Demikian hasil  kesimpulan dan rekomendasi ini disampaikan, untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya