KAJIAN EFEKTIVITAS GERAKAN MENGAJI TERHADAP PEMBERANTASAN BUTA AKSARA AL-QUR’AN DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA


ABSTRAK


Program Gerakan Etam Mengaji yang telah dilaksanakan di Kabupaten Kutai Kartanegara, namun demikian pelaksanaan Gerakan Etam Mengaji masih belum efektif hal ini terbukti masih sedikit instansi pemerintah, sekolah tempat-tempat ibadah yang belum melaksanakan proses pembelajaran mengaji secara rutin. Untuk itu perlu dilakukan kajian sehingga diketahui sejauh mana pengaruh GEMA terhadap penurunan angka buta aksara Al Quran, factor-faktor apa yang penyebabnya serta bagaimana respon masyarakat terhadap Gerakan Etam Mengaji.

Tujuan dilakukannya Gerakan Etam Mengaji adalah untuk meningkatkan pemahaman agama bagi Umat Islam khususnya dalam meningkatkan kemampuan membaca dan menulis serta pemahaman makna Al-Qur’an sebagai sumber ajaran Islam. Dengan demikian, Umat Islam tidak hanya dituntut untuk memiliki kemampuan untuk membaca dan menulis Al-Qur’an tetapi juga pemahaman dan penghayatan terhadap Al-Qur’an itu sendiri, untuk selanjutnya diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga program Gerakan Etam Mengaji sangat mendesak untuk dilaksanakan secara menyeluruh di wilayah Kutai Kartanegara agar Pemuda dan masyarakat terinfiltrasi dari budaya yang tidak baik dapat segera terlaksana.

Kajian dilaksanakan selama 6 (enam) bulan terhitung sejak bulan Mei sampai dengan bulan November 2017. Kajian dilaksanakan dalam wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara dengan menetapkan wilayah hulu terdiri dari kecamatan Tabang, Kembang Janggut, Kenohan dan Kota Bangun, wilayah tengah terdiri dari kecamatan Tenggarong, Tenggarong Seberang, Loa Kulu dan Loa Janan dan wilayah pantai terdiri dari kecamatan Muara Jawa, Samboja, Sanga-Sanga dan Anggana. Tehnik pengumpulan data dalam kajian ini melalui observasi, wawancara dan dokumentasi dengan kajian deskristif dalam bentuk teknis analisis paparan atau gambaran hasil temuan di lapangan.

Berdasarkan hasil kajian yang telah dilakukan oleh kegiatan kebijakan GEMA terhadap pemberantasan Buta Aksara Alquran di Kutai Kartanegara maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1.Seluruh responden OPD dan masyarakat menyatakan bahwa penyelenggaraan GEMA sangat berpengaruh terhadap pemberantasan buta aksara Al-Qur’an di Kutai Kartanegara.

2.Sejak di sosialisasikannya Perbup 24 tahun 2016 tentang Gerakan Etam Mengaji program GEMA itu sendiri belum berjalan secara efektif hal ini disebabkan banyak kendala yang dihadapi diantaranya:

  • Kurangnya sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah
  • Masih minimnya sarana dan prasarana pembelajaran Al-Qur’an seperti gedung TKA/TPA dan fasilitas di dalamnya baik meja, kursi dan lainnya
  • Perlunya peningkatan kualias SDM pada guru-guru mengaji
  • Perlu disediakan honor mengajar bagi guru-guru/ustadz/ustadzah
  • Buku pedoman penyelenggaraan GEMA yang belum tersedia
  • Penanggungjawab kegiatan GEMA ini tidak jelas
  • Kurangnya semangat dan dukungan ASN dalam pelaksanaan program GEMA dimasing-masing OPD
  • Kurangnya monitoring dan evaluasi dari pemerintah kepada masing-masing OPD

3.Berdasarkan Kajian dengan menggunakan SWOT Analysis bahwa  pelaksanaan GEMA di Kab. Kutai Kartanegara  berada pada kuadran 3 jadi diperlukan strategi bertahan (Weakness dan Threat) dengan cara mengatasi berbagai macam kelemahan yang ada secara internal dalam pelaksanaan GEMA guna menangkal berbagai ancaman yang berasal dari luar.

Bedasarkan dari kesimpulan maka diberikan saran dalam penelitian Kajian efektivitas gerakan mengaji terhadap pemberantasan buta aksara al-qur’an Kabupaten Kutai Kartanegara ini antara:

  • Untuk lebih mendukung lancarnya penyelenggaraan program Gerakan Etam Mengaji (GEMA) baik dimasyarakat maupun pada setiap OPD maka perlu dukungan semua pemangku kepentingan baik di jajaran Eksekutif dan Legislatif termasuk masyarakat dan dunia usaha.
  • Untuk capaian target keberhasilan program GEMA dmasa yang akan datang  maka perlu dukungan anggaran yang memadai dari Pemerintah Daerah termasuk organisasi perangkat daerah yang menjadi penanggung jawab pelaksanaan Program GEMA itu sendiri, penyediaan panduan secara tehnis berupa buku pedoman pelaksanaan program GEMA, bantuan Al-quran termasuk sarana dan prasarana
  • Perlu dilakukannya survey terkait data secara faktual dan actual jumlah penduduk muslim di Kutai Kartanegara baik orang tua maupun generasi muda yang tidak bisa membaca Al-quran
  • Dalam kaitan menjaga kesinambungan program GEMA itu sendiri maka diperlukan kebijakan yang bersifat meharuskan kepada warga muslim di Kutai Kartanegara ketika ingin memasukan anaknya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi maka diharuskan melampirkan sertifikat bisa baca Alquran yang dikeluarkan oleh Lembaga yang ditunjuk oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara.
  • Guna memperkuat pelaksanaan Gerakan Etam Mengaji (GEMA) di Kutai Kartanegara maka diperlukan penguatan aspek legalitas formal dari peraturan Bupati ditingkatkan menjadi Peraturan Daerah (PERDA) tentang Gerakan etam mengaji