KARAKTERISASI VARIETAS TANAMAN JELAI (Coix lacryma-jobi L.)

SEBAGAI PLASMA NUTFAH TANAMAN PANGAN ALTERNATIF

DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

 

ABSTRAK

 

Tanaman jelai (Coix lacryma-jobi L.) merupakan tanaman asli Asia Tenggara dan penyebarannya merata di seluruh kepulauan Indonesia. Budidaya tanaman jelai telah sejak lama dilakukan oleh petani tradisional di Kabupaten Kutai, jelai biasanya ditanam bersamaan dengan padi ladang. Namun sejak era program BIMAS dan INMAS budidaya tanaman padi, petani lebih fokus mengembangkan budidaya tanaman padi sawah. Sehingga, budidaya padi ladang secara perlahan mulai berkurang, demikian pula dengan tanaman jelai semakin ditinggalkan dan akhirnya menjadi semakin langka. Beberapa kelebihan jelai sebagai pangan alternatif beras: (1) merupakan tanaman yang adaptif dibudidayakan pada lahan kering yang ketersedian arealnya di Kabupaten Kutai Kartanegara lebih luas dibandingkan dengan lahan sawah, (2) mempunyai nilai gizi yang tinggi, khususnya kandungan protein, (3) mempunyai peran sebagai pangan fungsional yang berperan untuk pengendalian beberapa resiko penyakit, dan (4) merupakan tanaman semusim yang dapat dipelihara secara menahun (perennial) yang dapat dipanen beberapa kali dalam setahun.

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Melakukan determinasi karakteristik biologi varietas tanaman jelai yang ditemukan di Kabupaten Kutai Kartanegara, (2) Melakukan evaluasi produktivitas tanaman jelai. Penelitian dilaksanakan di Desa Loh Sumber Kecamatan Loa Kulu mulai bulan Maret sampai Oktober 2017. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental di lapangan dengan menggunakan rancangan lingkungan Rancangan Acak Kelompok dengan empat ulangan. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah empat varietas jelai yang dideterminasi karakter biologinya, yaitu: K1 = Padi Jelai Sumber Rejeki 1 (PJSR1); K2 = Padi Jelai Sumber Rejeki 2 (PJSR2); K3 = Padi Jelai Sumber Rejeki 3 (PJSR3); dan K4 = Jelai Varietas Kaltara. Ukuran petak dalam penelitian adalah 5 x 10 meter, dengan jarak tanam 1 x 1 meter, sehingga diperoleh populasi tanaman 50 rumpun per petak.

Hasil penelitian diperoleh hasil sebagai berikut: 1) Empat varietas tanaman jelai yang dideterminasi karakteristik biologinya mempunyai produktivitas berkisar antara 2,480 ton/ha (varietas K2) hingga 5,306 ton/ha (varietas K4). 2) Ditelaah berdasarkan variabel pertumbuhan dan produksi tanaman jelai yang variatif, masing-masing varietas mempunyai keunggulan yang dapat menopang produktivitas tanaman dengan rekayasa pengelolaan budidaya tanaman.           3) Konservasi terhadap empat varietas jelai tersebut harus dilakukan sebagai sumber keragaman genetik yang sangat dibutuhkan dalam kegiatan pemuliaan tanaman untuk mendapat varietas tanaman jelai yang unggul. 4) Organisme pengganggu tanaman (OPT) jelai yang penting dan perlu mendapat antisipasi upaya pengendaliannya adalah hama tikus.

[wpdm_package id='615']