ANALISIS POTENSI SDA SEBAGAI KOMODITAS UNGGULAN DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA TAHUN 2015

Pertumbuhan ekonomi daerah pada dasarnya dipengaruhi oleh keunggulan komperatif suatu daerah, spesialisasi wilayah, serta potensi ekonomi yang dimiliki oleh daerah tersebut. Oleh karena itu, pemanfaatan dan pengembangan seluruh potensi ekonomi menjadi prioritas utama yang harus digali dan dikembangkan dalam melaksanakan pembangunan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Penetapan suatu komoditas sebagai komoditas unggulan daerah harus disesuaikan dengan potensi sumberdaya alam dan sumberdaya manusia yang dimiliki oleh daerah.  Sumber daya alam terdiri atas sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui (unrenewable) dan sumber daya alam yang dapat diperbaharui (renewable).  Untuk itu, kajian ini mengkaji sumber daya alam yang diperbaharui (renewable), yakni sektor pertanian.

Komoditas yang dipilih sebagai komoditas unggulan daerah adalah komoditas yang memiliki produktifitas yang tinggi dan dapat memberikan nilai tambah sehingga berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. Selain itu, penetapan komoditas unggulan daerah juga harus mempertimbangkan kontribusi suatu komoditas terhadap pertumbuhan ekonomi dan aspek pemerataan pembangunan pada suatu daerah (Syahroni dalam Syahab, dkk.,  2013).

Hal terpenting bagi ukuran komoditas adalah memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif sehingga mampu bersaing di pasar dengan komoditas pesaingnya. Oleh karena itu, sangat perlu diketahui apakah komoditas tanaman yang ada saat ini memiliki salah satu atau keduanya dari kriteria keunggulan tersebut.

Sektor pertanian dalam arti luas merupakan pembentuk struktur perkonomian yang utama setelah migas di Kutai Kartanegara, tetapi gambaran tersebut belum dapat menjelaskan dan mengarahkan secara lebih spesifik komoditas unggulan pertanian yang ada pada saat ini. Maka dipandang perlu untuk melakukan penelitian mengenai komoditi unggulan sebagai prioritas dan strategi pengembangannya, sehingga pada akhirnya nanti dapat diketahui komoditi unggulan mana saja yang dapat dikembangkan dan dapat bersaing kompetitif dengan komoditi dari luar daerah serta komoditi unggulan dapat menjadi penggerak perekonomian masyarakat di Kabupaten Kutai Kartanegara khususnya di kecamatan Kota Bangun, Tenggarong Seberang, dan Muara Jawa.

Tujuan Kajian

Tujuan yang hendak dicapai dalam kajian ini adalah sebagai berikut.

  1. Untuk mengetahui, menganalis, dan menetapkan sub sektor pertanian unggulan di Kecamatan Kota Bangun, Tenggarong Seberang, dan Muara Jawa.
  2. Untuk menentukan dan menganalisis komoditas unggulan yang akan dijadikan prioritas pengembangan di Kecamatan Kota Bangun, Tenggarong Seberang, dan Muara Jawa.
  3. Untuk menentukan strategi yang akan digunakan untuk mengembangkan komoditas unggulan di Kecamatan Kota Bangun, Tenggarong Seberang dan Muara Jawa.

 

Kegunaan Kajian

Kegunaan yang ingin diperoleh dari kegiatan ini sebagai berikut:

  1. Sebagai referensi bagi Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dalam mengembangkan dan memajukan komoditas unggulan daerah.
  2. Sebagai referensi bagi Pemerintah Kecamatan dalam mengembangkan dan memajukan komoditas unggulan daerah.
  3. Sebagai data dan informasi bagi investor (penanam modal) dalam mengembangkan dan mengelola komoditas unggulan daerah di Tiga Kecamatan.
  4. Sebagai rujukan bagi masyarakat dalam pengembangan komoditas unggulan daerah sesuai dengan potensi wilayah masing‐masing di Tiga Kecamatan.

Kesimpulan

  • Berdasarkan analisis LQ diketahui bahwa sub sektor pertanian unggulan untuk Kecamatan Kota Bangun adalah sub sektor tanaman bahan pangan dan sub sektor perikanan. Kecamatan Tenggarong Seberang sub sektor pertanian unggulan adalah sub sektor bahan pangan  dan sub sektor peternakan.  Selanjutnya untuk Kecamatan Muara Jawa sub sektor unggulan pertanian adalah sub sektor perikanan dan sub sektor perkebunan.
  • Melalui analisis AHP setelah diperoleh sub sektor unggulan, maka diperoleh komoditas prioritas yang dikembangkan untuk Kecamatan Kota Bangun adalah padi sawah dan perikanan keramba. Komoditas prioritas untuk Kecamatan Tenggarong Seberang adalah padi sawah dan ternak sapi.  Kecamatan Muara Jawa adalah perikanan tambak dan kelapa sawit.
  • Berdasarkan analisis SWOT diperoleh strategi pengembangan untuk komoditas prioritas masing-masing kecamatan.
  • Kecamatan Kota Bangun. Kecamatan Kota Bangun memiliki dua komoditas unggulan sebagai prioritas untuk dikembangakan.  Adapun berdasarkan hasil analisis strategi pengembangan komoditas padi sawah di Kecamatan Kota Bangun adalah menggunakan strategi diversifikasi. Selanjutnya strategi pengembangan komoditas perikanan keramba berdasarkan hasil analisis adalah dengan menggunakan strategi defensif.
  • Kecamatan Tenggarong Seberang. Komoditas unggulan dan sebagai prioritas untuk dikembangkan adalah padi sawah dan ternak sapi.  Berdasarkan hasil analisis strategi pengembangan padi sawah adalah strategi agresif. Demikian pula dengan strategi pengembangan komoditas ternak sapi yaitu dengan menggunakan strategi agresif.

Kecamatan Muara Jawa. Komoditas unggulan pertanian yang dijadikan prioritas pengembangannya adalah perikanan tambak dan kelapa sawit.  Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan strategi pengembangan komoditas perikanan tambak adalah dengan menggunakan strategi putar balik/turn-around.  Strategi pengembangan komoditas kelapa sawit yaitu dengan menggunakan strategi diversifikasi.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *