Jelai

Jelai Sebagai Bahan Pangan pokok alternatif selain beras

 

Jelai

Jelai

Tenggarong. Beras adalah merupakan makanan pokok mayoritas penduduk Indonesia, hal ini membuat kita termasuk dalam jejeran negara pengonsumsi beras terbesar di dunia, di era orde baru Indonesia sempat menjadi kelompok negara penghasil beras  terbesar di dunia, bahkan Indonesia pernah mencapai swasembada beras pada tahun 1984.

Seiring berjalannya waktu banyak perubahan kebijakan moderenisasi dan industrialisasi serta  bertambah pesatnya pertumbuhan  jumlah penduduk di Negara ini terlebih khusus di pulau jawa, dimana Pulau jawa adalah sentra penghasil beras terbesar ditanah air,tetapi kondisi ini menyebabkan terjadinya alih pungsi lahan yang semula adalah area persawahan beralih menjadi wilayah pemukiman penduduk, pusat industri, area tempat hiburan dan alih funsi lainnya. Akibat terjadinya alih fungsi lahan tersebut secara pelan tapi pasti lahan persawahan sebagai tempat bercocok tanam padi menjadi sangat berkurang, otomatis hasil panen dari lahan yang semakin berkurang tersebut ikut menurun dan akhirnya saat ini negara kita menjadi importir yang termasuk di dalam 10 besar pengimport beras terbanyak dunia.

Melihat tingginya ketergantungan konsumsi beras ditanah air, maka Balitbangda tertarik melakukan penelitian tentang pengembangan plasma nutfah tanaman jelai sebagai sumber pangan alternatif potensial tahun 2016 kemudian dilanjutkan dengan kajian karakteristik varietas jelai yang kegiatan tersebut dimulai bulan Maret sampai dengan bulan September 2017. Hal ini dikatakan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan daerah (Balitbangda) Kabupaten Kutai Kartanegara Ir. H. Akhmad Hardi Dwi Putra dalam sambutannya pada acara seminar hasil “kajian karakteristik varietas jelai (coix lacryma – jobi l) sebagai plasma nutfah tanaman pangan alternatif di kabupaten kutai kartanegara”, Di dalam  seminar hasil tersebut dikatakan bahwa Kelebihan tanaman jelai diantaranya, pertama jelai merupakan  tanaman yang adaptif pada lahan kering, kedua mempunyai nilia gizi yang tinggi, khususnya kandungan protein sementara beras lebih tinggi kandungan karbohidrat, ketiga merupakan tanaman yang menahun (perennial) yang dapat dipanen beberapa kali dalam setahun.

Melihat dari kelebihan dan keistimewaan tanaman jelai tersebut diharapkan dapat memberikan solusi alternatif mengurangi ketergantungan kita terhadap beras, karena tanaman jelai sebagai makanan pokok yang tidak hanya mengenyangkan perut tetapi baik juga untuk kesehatan tubuh kita.(nrm)

 

 

 

Wakil Bupati Panen Jelai

Wakil Bupati Kukar Panen Perdana Tanaman Jelai Sebagai Hasil Kegiatan LITBANG

Wakil Bupati Panen Jelai

Wakil Bupati Panen Jelai

Wakil Bupati Kutai Kartanegara Drs. Edi Damansyah, M.Si  melakukan panen perdana tanaman Jelai di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Gunawan (PKBM Gunawan) Desa Loh Sumber Kecamatan Loa Kulu. Pada hari Selasa tanggal 5 September 2017. Panen perdana jelai tersebut merupakan hasil Kajian Karakteristik Varietas Jelai (CoixLacryma–Jabi L) sebagai Plasma Nuftah Tanaman Pangan Alternatif di Kabupaten Kukartahun 2017, dan merupakan Rencana Kerja Tahunan (RKT) Badan Penelitiandan Pengembangan  Daerah Kabupaten Kutai kartanegara.

Wakil Bupati Kutai kartanegara memberikan apresiasi sekaligus menyambut baik terhadap hasil penelitian yang dilakukan oleh Tim Peneliti Balitbangda Kutai kartanegar bekerjasama dengan Tim Peneliti dari Fakultas Pertanian Unmul Samarinda. Dari hasil kajian tersebut, diketahui bahwa tanaman Jelai merupakan tanaman asli yang cukup prospektif untuk dikembangkan di Kabupaten.Kutai Kartanegara.

Sementara itu, Sekretaris  Balitbangda Kukar H. Yusra, SP, MM, menjelaskan kegiatan kajian  Karakteristik  Varietas Jelai merupakan kelanjutan dari kajian identifikasi tanaman Jelai tahun 2016 sebagai sumber panganal ternatif yang diharapkan cukup  potensial dikembangkan  di Kabupaten Kutai kartanegara.

Lebih lanjut dikatakannya budidaya tanaman Jelai sebenarnya  telah lama dilakukan oleh petani tradisional di Kukar, Jelai biasanya ditanam  bersamaan dengan padi ladang, namun sejak era program Bimas dan Inmas budidaya tanaman padi, para petani lebih fokus mengembangkan budidaya tanaman padi sawah.  Sehingga budidaya padi ladang secara perlahan mengalami penurunan,

Mencermati fenomena tersebut, Balitbangda Kukar tertarik untuk meneliti dan mengembangkan tanaman Jelai ini sebagai sumber pangan alternatif yang cukup potensial bagi masyarakat untuk masa mendatang di Kukar.Hal ini dikaitkan dengan perlunya ketersediaan pangan alternatif mengingat penurunan produksi padi yang mengalami tantangan akibat terjadinya alih fungsi lahan.

Acara Panen tanaman Jelai dihadiri oleh Kepala Disperindakop Kukar H Surip, Kadis Pertanian, Penyuluhan dan Peternakan Kabupaten Kutaikartanegara Sumarlan,dan Camat Loa Kulu Ardiansyah. Selain itu, acara tersebut dihadiri oleh para peneliti, penyuluh pertanian dan perkebunan, staf Balitbangda Kukar dari OPD di Kabupaten. Kutai Kartanegara.